IKM Dukung Kebinekaan, Tolak Intoleransi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Paguyuban Ikatan Keluarga Maluku (IKM) di Jawa Tengah mendukung sepenuhnya upaya Pemprov Jateng dalam menjaga kebinekaan dan toleransi antarumat beragama. IKM juga secara tegas menolak paham radikalisme, terorisme, ISIS dan Intoleransi.

Hal itu disampaikan Ketua Paguyuban IKM Jateng John Richard Lutuihamallo saat menggelar acara tahunan, Senin (15/5) malam.

Menurut John, kebinekaan yang telah terbina sejak zaman kemerdekaan harus terus dijaga. Pihaknya juga berharap Jateng yang selalu kondusif, bisa tetap menjadi palang pintu untuk menjaga tidak hidupnya paham radikalisme, terorisme, ISIS dan Intoleransi tersebut.

Adapun IKM sendiri, dijelaskan John berdiri di Jateng sejak 2008 lalu, yang bertujuan sebagai paguyuban kekeluargaan warga negara Indonesia kelahiran Maluku. Untuk menjaga kebinekaan tersebut, ia mencontohkan seperti yang dilakukan di Maluku, di mana persahabatan antarumat beragama dan toleransi keagamaan terjaga dengan baik, sehingga bisa menjadi mercusuar kebinekaan di Indonesia.

”Di Maluku saat akan membangun sebuah masjid panitia yang mengerjakan dari agama Kristen, begitu juga sebaliknya, saat akan membangun gereja, panitianya orang muslim. Kekerabatan ini dikenal dengan Pela Gandong atau istilahnya kebersamaan dalam perbedaan, bisa juga menjadi saudara bersaudara,” kata John yang juga Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jateng ini.

John menyatakan, kebiasaan tersebut sudah ada sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu dan itu menjadi jati diri warga Maluku. Adapun pelajaran tradisi tersebut, yang bisa dipetik menurutnya, perbedaan bukan alasan untuk menjadi terpecah belah.

”Kami memiliki anggota 500-an orang, tersebar di Jateng, ada yang anggota DPRD, militer, swasta, advokat, jurnalis dan pekerja profesional. Kami juga rutin melakukan perayaan Patimura, yang dilakukan rutin setiap 15 Mei,” sebutnya.

Wakil Ketua IKM Jateng Denny Tulaseket, menambahkan, untuk turut serta menjaga kebinekaan tersebut, paguyubannya sering saling kunjung-mengunjungi saat perayaan keagamaan masing-masing anggotanya, walau berbeda-beda agama. (jks/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -