Bupati Motivasi Sekolah Terpencil

Hilangkan Dikotomi Pendidikan Kabupaten Pekalongan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KAJEN – Pemkab Pekalongan ingin menghilangkan dikotomi pendidikan atau perbedaan pelayanan pendidikan antara daerah bawah atau perkotaan yang ada di Kecamatan Wiradesa, Bojong, Kedungwuni, Kajen, Tirto, Siwalan dan Wonoringgo, dengan daerah atas pegunungan seperti Kecamatan Petungkriono, Lebakbarang, Paninggaran, Doro dan Kandangserang. Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, secara kontinyu dan berkelanjutan memantau pelayanan pendidikan di daerah atas tersebut.

Bahkan untuk memastikan Ujian Nasional (UN) tingkat sekolah dasar berjalan dengan baik, Rabu (17/5) Asip Kholbihi, bersama dengan tim Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) terkait, menginap di Desa Simego, Kecamatan Petungkriono, Kabupaten Pekalongan. Yakni salah satu SD terpencil yang berada di daerah pegunungan dengan ketinggian 2460 mdpl.

Bukan itu saja, Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Pekalongan, Hj. Munafah Asip Kholbihi turut memantau proses pembelajaran PAUD yang ada di Desa Simego, Kecamatan Petungkriono. Hj. Munafah juga sempat mengajar di PAUD Melati Simego untuk memastikan proses belajar mengajar anak sesuai dengan standarisasi yang telah ditetapkan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengungkapkan untuk menghilangkan dikotomi pendidikan daerah atas dan bawah, Pemda akan menyediakan akomodasi untuk para pengajar atau pendidik. Karena sebagian besar pengajar adalah guru yang berasal dari daerah bawah atau perkotaan. Dengan disediakannya akomodasi untuk pendidik yang layak, dan para pengajar bisa membawa keluarganya. Sehingga para pengajar bisa fokus mengajar di daerah atas atau tempatnya bekerja.

Bupati juga akan mewajibkan semua siswa yang lulus Sekolah Dasar di daerah atas, untuk melanjutkan pendidikan tingkat SMP dan SMA.

Hal itu dilakukan untuk menekan angka urbanisasi di daerah atas. Karena selama ini pemuda usia sekolah SMP dan SMA. Banyak yang bekerja di luar kota bahkan menjadi Tenaga Kerja di luar negeri, tanpa skill yang mumpuni.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -