Pangdam Petakan Titik Rawan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Tantangan dan ancaman negara saat ini sangat kompleks, sehingga kesadaran bela negara dan sistem pertahanan yang tangguh sangat dibutuhkan. Hal tersebut disampaikan Direktur Komponen Pendukung Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Tristan Soemardjono, kepada para peserta sarasehan Pola Penataan Pembinaan Tenaga Ahli/Profesi Untuk Sumber Daya Manusia Komponen Pendukung Pertahanan Negara, di Aula  Makodam IV/Diponegoro, Rabu (17/5).

Menurutnya, ancaman bagi negara tidak hanya menjadi tanggung jawab militer, namun merupakan tanggung jawab semua elemen warga negara. Warga negara harus bisa menyamakan wawasan dan pemahaman serta kesadaran bela negara, dalam rangka membangun sistem pertahanan negara yang tangguh. Seluruh elemen masyarakat dari berbagai latar belakang pekerjaan diharapkan bisa bersinergi dan ikut serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini mengingat, ancaman negara bersifat multidimensi mulai dari ideologi, politik, sosial, ekonomi, budaya dan ilmu pengetahuan.

Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman, akan memetakan potensi kerawanan di Jawa Tengah yang bisa mengganggu stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat. ”Ancaman keamanan negara di Jawa Tengah banyak potensinya, di antaranya narkoba, radikalisme dan terorisme sehingga harus ada kewaspadaan dan upaya sinergitas untuk menghadapi ancaman tersebut,” ujarnya.

Pangdam mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk kembali ke dasar negara Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Pancasila merupakan pengikat segala perbedaan baik perbedaan suku, agama dan budaya. ”Jangan pernah menjadi pengkhianat bangsa, karena sila-sila Pancasila terbukti mampu menyatukan sendi-sendi kehidupan yang berbeda-beda,” tegasnya. (hid/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -