PAUD Penting untuk Anak

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MAGELANG –Pemkot Magelang menyelenggarakan Semarak Anak 2017 di Kecamatan Magelang Tengah, Rabu (17/5). Sekitar 198 anak antusias mengikuti beragam kegiatan yang ada. Meliputi, lomba mewarnai, lomba bercerita bahasa Jawa, lomba defile, lomba permainan tradisonal, serta lomba gerak dan lagu tradisional. Lomba yang diikuti 18 Kelompok Bermain (KB) di wilayah Kecamatan Magelang tersebut memperebutkan trofi dan piagam.

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Magelang Yetty Biakti Sigit menyampaikan, masa keemasan anak dengan rentang usia 0-5 tahun merupakan periode kondusif untuk menumbuhkembangkan kemampuannya. Yakni dari beberapa aspek, seperti moral agama, fisik, motorik kasar dan halus, bahasa, kognitif, sosial, dan seni. “Pada masa ini, memori anak terbilang tajam,” katanya, kemarin.

Pendidik dan orang tua harus memberikan contoh sekaligus pembelajaran yang positif secara terarah. Tujuannya agar tidak terjadi kebingungan anak dalam menerima lingkungan sekitarnya.

“Peran orang tua juga sangat diharapkan agar mendidik, merawat, mengayomi dan melindungi anak-anak karena anak-anak adalah amanah dari Allah SWT,” tambahnya.

Ia menyebut, digelarnya gebyar PAUD bertema Magelang Kota Sejuta Bunga ini untuk melatih keberanian anak, mendukung bakat seni, dan kreativitas anak usia dini. Selain itu, mendukung Kota Layak Anak (KLA). “Ikatan emosional antara orang tua, murid dan guru akan semakin dekat dalam suasana kekeluargaan yang terjalin harmonis melalui acara ini.”

Camat Magelang Tengah Tugono mengakui, belum semua lapisan masyarakat mengerti akan pentingnya PAUD. “Ini yang harus diluruskan. Bahkan Pemkot Magelang sudah tiga tahun berturut-turut mengandeng Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) guna mendukung kegiatan seperti ini,” tuturnya. (put/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -