400 Penari Suguhkan 22 Tari

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Lebih dari 400 penari dari 10 sanggar tari di Jateng bakal unjuk gigi dalam helatan Gelar Tari Bersama di Museum Ranggawarsita Semarang, Sabtu (20/5) sore. Mereka akan membawakan 22 tarian tradisional seperti Tari Batik Troso, Tari Lengger, Tari Laskar Giri Bibi, Tari Topeng, dan Tari Lurik sebagai pungkasan.

Pengasuh Sanggar Greget Semarang, Yoyok Bambang Priyambodo menjelaskan, penampilan bersama sejumlah sanggar tari di Jateng ini merupakan hasil dari forum tari tradisional yang digelar di Solo, beberapa waktu lalu.

”Kami sepakat akan menggelar tari bersama untuk mendongkrak kembali popularitas tari tradisional. Sementara ini masih tiga bulanan, digelar keliling beberapa kota di Jateng,” tegasnya ketika ditemui di sela-sela gladi bersih di Museum Ranggawarsita, Kamis (18/5).

Selain Sanggar Greget, ada juga Studio Taksu Surakarta, Abdi Laras Kabupaten Batang, Kembang Lawu Kabupaten Karanganyar, Satria Kabupaten Wonosobo, Rama Wijaya Kota Salatiga, Sekar Rinonce Kota Salatiga, Kalamangsa Kabupaten Banyumas, Pasopati Kabupaten Boyolali, dan Iromo Turungso Kabupaten Magelang. ”Sebenarnya masih banyak sanggar lain yang ingin gabung. Tapi karena tempatnya kurang luas, jadi dibatasi,” terangnya.

Dalam pertunjukan tari tersebut, Yoyok coba mengangkat Tari Lursik yang dipentaskan di penghujung acara. Nantinya, 11 penari dari Sanggar Greget akan menari dengan kain lurik sepanjang 15 meter. Selain itu, para penari juga mengenakan pernik berbahan dasar kain lurik. Seperti baju, tas, kebaya, dan lain sebagainya.

Dijelaskan, lurik merupakan kain khas Jawa selain batik. ”Tapi yang dipromosikan selama ini hanya batik saja. Lurik masih dinomorsekiankan,” ucapnya. Kain ini punya filosofi yang menggambarkan kepribadian orang Jawa. Yaitu pola lurus yang menegaskan bahwa orang Jawa itu jujur dan tidak neko-neko. (amh/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -