Bersihkan Telaga Menjer Butuh 2 Pekan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO – Tanaman liar berupa enceng gondok telah memadati kawasan Telaga Menjer, Kecamatan Garung, Wonosobo. Kondisi ini menggerakkan tim SAR Kabupaten Wonosobo untuk membersihkan telaga. Karena dampak dari enceng gondok, selain membuat timbunan sampah juga memicu penyempitan lahan telaga.

Komandan Forum Potensi SAR Wonosobo Wahab Abdillah mengatakan, proses pembersihan enceng gondok tidak bisa diselesaikan hanya dalam satu hari. Persebaran enceng gondok kian hari kian meluas, maka harus dibersihkan semua.

“Kami akan melakukan pembersihan secara bertahap. Kami memperkirakan membutuhkan waktu sampai dua pekan,” kata Wahab, Kamis (18/5).

Dalam aksi sosial ini, kata Wahab, pihaknya melibatkan 15 personel tim SAR tiap hari. Pembersihan dilakukan secara bertahap menggunakan perahu karet. Proses pembersihan berlangsung lama karena setelah dicabut, enceng gondok harus dievakuasi ke tepi telaga.

“Enceng gondok terus meluas, di bawah enceng gondok terdapat sampah-sampah dari sungai,” katanya.

Selain demi keindahan telaga, pembersihan ini juga terkait kegiatan tim SAR yang sering menggunakan telaga sebagai sarana melakukan pelatihan dalam evakuasi korban di dalam air. Untuk itu, ia berharap kepada pelaku wisata untuk maklum apabila tiap hari ada proses pembersihan telaga. “Telaga Menjer ini salah satu aset wisata Wonosobo yang harus dijaga kelestariannya,” katanya.

Wahab berharap kepedulian semua pihak untuk terlibat dalam mejaga kelestarian telaga. Selain membersihkan sampah, juga memastikan tidak membuang sampah di sungai sungai yang menjadi hulu Telaga Menjer.

“Dampaknya bisa berbahaya, karena bisa menyebabkan sedimentasi telaga dan bisa dangkal, maka kandungan air akan menipis, tentu keindahannya juga berkurang,” jelasnya. (ali/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -