Daya Serap Beras Lokal Rendah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN – Bupati Semarang Mundjirin mengakui jika daya serap beras lokal saat ini masih rendah. Rendahnya penyerapan bukan karena kualitas beras lokal yang buruk namun tingginya harga beras lokal itu sendiri.

“Sehingga Dolog belum berani mengambil beras kita, karena harganya mahal,” ujar Mundjirin saat membuka Kabupaten Semarang Expo 2017 di Alun-Alun Bung Karno Ungaran, Kamis (18/5).

Saat ini daya serap beras lokal hanya mencapai 49 ton setiap bulannnya. Padahal target Pemkab Semarang, dalam sebulan, penyerapan beras lokal bisa mencapai 100 ton.

Sehingga program Suka Bela diluncurkan guna meningkatkan daya serap masyarakat terhadap beras lokal. Di mana salah satu strateginya yaitu PNS di masing-masing instansi Kabupaten Semarang diwajibkan membeli beras lokal sebanyak 10 kilogram.

“Dan itu ternyata efektif. Meski target penyerapan masih jauh. Namun kita optimistis, ke depan daya serap beras lokal akan meningkat,” katanya.

Mundjirin juga berharap, nantinya tidak hanya beras lokal saja yang memiliki daya serap tinggi. Namun untuk komoditi yang lain seperti sayur-sayuran.

Expo Kabupaten Semarang 2017diikuti sedikitnya 112 peserta. Mereka terdiri dari 8 kementerian, 76 pelaku UMKM Kabupaten Semarang, dan beberapa dari kabupaten lain. “Ada dari Jatim, Nganjuk, Simalungun, Sulawesi. Diharapkan tercapai transaksi Rp 4 miliar dari expo ini,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabup[aten Semarang Moh Natsir.

Jika berkaca dari pengalaman tahun lalu yang hanya terealisasi Rp 3,5 miliar, menurut Natsir dikarenakan momentum pelaksanaan pameran tidak tepat. “Karena digelar setelah Lebaran, sehingga momentumnya tidak pas. Kalau ini pas, karena mau Lebaran,” katanya. (ewb/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -