Wartawan Jawa Pos Radar Semarang Sabet Juara Nasional

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG—Wartawan Jawa Pos Radar Semarang, Taufik Hidayat, berhasil meraih juara 1 lomba Penulisan Opini dan Karya Jurnalistik (Features) Pendidikan dan Kebudayaan 2017. Tulisan Taufiq berjudul Suluh Pelajar Satu Atap di Lereng Slamet, berhasil meraih nilai tertinggi untuk kategori features pada lomba yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

SERTIFIKAT: Taufik Hidayat sesaat setelah menerima sertifikat penghargaan sebagai juara 1 dari Mendikbud Prof Dr Muhadjir Effendy. (ISTIMEWA)
SERTIFIKAT: Taufik Hidayat sesaat setelah menerima sertifikat penghargaan sebagai juara 1 dari Mendikbud Prof Dr Muhadjir Effendy. (ISTIMEWA)

Atas prestasinya, Taufik bersama para pemenang lain untuk kategori wartawan, guru, dan umum, pada Jumat (19/5), diundang  Biro Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta untuk menerima penganugerahan. Penyerahan hadiah disampaikan berbarengan pada pembukaan Pekan Pendidikan Nasional di Lippo Mall Puri Kembangan Jakarta, Jumat (19/5).

Para pemenang mendapatkan apresiasi berupa sertifikat  dan uang pembinaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Muhadjir Effendy. Uang pembinaan untuk juara 1 masing-masing kategori sebesar Rp 15 juta; juara 2 (Rp 12 juta); dan juara 3 (Rp 10 juta) dipotong pajak.

Taufik mengaku tidak menyangka tulisannya yang mengangkat potret pendidikan di kecamatan wilayah atas Kabupaten Pekalongan, mendapatkan apresiasi tertinggi dari dewan juri. Yang ia lakukan hanya menyajikan fakta betapa pelajar SMP Satu Atap di Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, begitu gigih bersekolah, di tengah keterbatasan infrastruktur yang ada.

“Mereka harus melintasi jalan makadam yang terjal, sementara kanan dan kirinya jurang untuk menuju ke sekolah. Bahkan, mereka harus membawa obor sekalipun untuk menerangi jalan. Tapi tekad mereka bersekolah sangat gigih,” kata wartawan yang sehari-hari liputan di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Bahkan, lanjut Taufik, beberapa siswa berasal dari sejumlah dusun di lereng gunung Slamet, yang rumahnya belum dialiri listrik. “Di tengah keterbatasan, anak-anak sekolah di sana, tetap punya semangat untuk belajar. Inilah yang membuat saya tertarik untuk mengangkat potret keseharian para pelajar di sana, menjadi liputan features.”

Liputan features yang dimuat di media online radarsemarang.com itu pun akhirnya diikutkan lomba, sehari menjelang batas akhir lomba. Taufik bercerita, satu minggu sebelum pengumuman, diam-diam tim juri datang ke Kabupatan Pekalongan, melakukan verifikasi tulisan dengan fakta di lapangan. “Saya baru tahu ketika diundang ke salah satu hotel di Pekalongan untuk presentasi tulisan yang saya buat. Alhamdulillah, ini berkah  menjelang Ramadan bagi saya,” tutupnya. (cr3/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -