Logo Kota Pekalongan Baru Tapi Lama

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PEKALONGAN – Setelah melalui beberapa proses, Pemerintah Kota Pekalongan akhirnya mengembalikan lambang daerah dari logo baru (bulat) menuju ke logo yang lama. Acara peluncuran dilakukan pada Jumat (19/5) di halaman Sekretariat Daerah Kota Pekalongan.

Kegiatan semakin meriah, dengan hadirnya masyarakat yang menyambut suka cita pengembalian logo dengan pawai kesenian.

Sebelum ke lokasi acara, rombongan sepeda sehat K3 yang dipimpin langsung Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Junaid, membuka papan nama kelurahan dengan logo baru, secara simbolis di empat kecamatan. “Dengan kembalinya lambang daerah lama ini, kami harapkan mampu mendongkrak semangat bagi seluruh elemen masyarakat. Sebab logo bukanlah logo, melainkan lebih dari itu mempunyai nilai filosofis dan historis, sehingga harus dikembalikan,” tegas Alex panggilan akrab Wali Kota.

Untuk keberhasilan pengembalian logo tersebut, Alex mewakili masyarakat berterima kasih kepada seluruh ASN, seluruh anggota dewan yang telah bersusah payah, serta didorong oleh berbagai komunitas serta penggiat budaya berupaya mengembalikan lambang daerah ini. “Semoga dengan kembalinya lambang daerah lama mampu menumbuhkan semangat, spirit carries on bagi seluruh elemen masyarakat,” kata Wali Kota.

Kedepan, Pemkot juga tidak hanya akan fokus di lambang daerah saja, sebab kota Pekalongan masih banyak PR-PR yang perlu dikerjakan seperti bencana Rob, kemacetan jalan dan sebagainya. “Kota Pekalongan masih banyak PR, tidak hanya Lambang daerah saja. sehingga satu-persatu akan terus kami kerjakan. Seperti bencana rob yang menggenang beberapa kelurahan, kemacetan jalan dan lain-lain,” tandas Alex.

Terkait kembalinya lambang daerah tersebut, Zakaria, salah seorang aktifis warga Kota Pekalongan mengaku berterima kasih terhadap upaya pemerintah sesuai dengan apa yang dijanjikan walikota dalam kampanyenya. “Kami mengucapkan terima kasih atas kembalinya logo Kota Pekalongan terutama kepada bapak Wali Kota, karena hal ini sesuai dengan apa yang dikampanyekan. Hanya saja yang belum adalah pengembalian kelurahan yang digabung-gabung. meski demikian kami yakin dan akan terus mendorong kembalinya kelurahan agar tidak digabung-gabungkan lagi,” katanya. (han/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -