Polres Mulai Awasi Harga Sembako

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO–Menjelang Ramadan, Polres Wonosobo semakin intens melakukan kegiatan penertiban. Sasarannya, premanisme, miras, hingga curanmor. Razia menyasar berbagai tempat dengan potensi kejahatan tinggi, pada 5-19 Mei.

Khusus kendaraan bermotor, sasaran razia meliputi pelanggaran kasat mata hingga kelengkapan surat kendaraan bermotor.

Kapolres Wonosobo AKBP Muhamad Ridwan S.I.K melalui Kasubbag Humas Polres Wonosobo AKP Agus Priyono S.H menuturkan, kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang Ramadan.

“Operasi kepolisian akan terus dilaksanakan untuk menjaga situasi kamtibmas menjelang bulan puasa. Selain operasi dengan sasaran premanisme, perjudian, miras, prostitusi, curas, curat, curanmor, juga dilaksanakan operasi Patuh Candi 2017. Jadi jangan heran kalau Polres Wonosobo sering menggelar razia.”

Razia menindak pelanggar undang-undang lalu lintas. Juga untuk mencegah/mempersempit ruang gerak para pelaku pencurian kendaraan bermotor.

AKP Agus menyampaikan, pihaknya mengamankan 8 pria yang melakukan premanisme. Juga 12 orang yang mengonsumsi miras di sebuah kafe di wilayah Kecamatan Wonosobo. Sebanyak 7 pelaku judi, dengan rincian 3 tersangka pelaku judi kartu remi juga ditangkap di dalam minibus yang terparkir di kompleks Terminal Sapuran pada 6 Mei 2017. Ssedangkan empat tersangka lainnya, dibekuk pada Sabtu, 13 Mei di Dusun/Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar. Mereka berjudi kartu rolet.

Selain berbagai razia, Polres juga membentuk tim untuk memantau kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Tujuannya, mencegah terjadinya penimbunan oleh makelar-makelar serta kenaikan harga sembako yang tidak wajar. “Dari hasil pantauan tim di lapangan, diperoleh hasil bahwa terjadi kenaikan harga bahan pokok, namun kenaikan tersebut masih dalam batas wajar, dan dapat dijangkau oleh masyarakat,” tutup Kasubbag Humas. (ali/sct/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -