Psikologis Lansia Harus Digaja

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Sekitar 700 orang tua lanjut usia (lansia) mengikuti jalan sehat sebagai rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), Jumat (19/5). Mereka menempuh rute yang tidak terlalu jauh. Mengambil start di kantor Dinas Sosial Jateng Jalan Pahlawan dan hanya mengintari wilayah Pleburan saja, dan kembali ke kantor Dinas Sosial.

Sekda Jateng, Sri Puryono sebagai pengibar bendera start pun tampak ikut berjalan bersama rombongan. Ada juga sejumlah kepala OPD Jateng, yakni Kepala Dinas Sosial Jateng Nur Hadi Amiyanto, Kepala Dinas Kesehatan Yulianto Prabowo, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Emma Rachmawati, Kepala Dinas Pendidikan Gatot Bambang Hastowo, Kepala Biro Administrasi dan Pembangunan Daerah Tavip Supriyanto, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Sudjarwanto.

Sri Puryono menjelaskan, pemerintah harus hadir untuk membahagiakan kaum lansia lewat psikologis. Ketika bahagia, mereka akan punya semangat untuk terus beraktivitas. ”Kami juga sering mengajak senam bersama atau jalan sehat sebagai olahraga. Lewat olahraga, metabolisme dalam tubuh berjalan dengan baik, racun-racun di tubuh keluar bersama keringat, badan sehat, jauh dari penyakit, dan panjang umur,” ucapnya.

Kepala Dinas Sosial Jateng, Nur Hadi menambahkan, pihaknya berusaha mengurus lansia. Entah yang terlantar karena ditinggal keluarga hingga penghuni panti jompo. Baginya, lansia masih punya andil dalam membangun bangsa. Lewat pemikiran, berbagi pengalaman, dan lain sebagainya.

”Maknanya negara memiliki perhatian tinggi terhadap kesejahteraan lanjut usia, berpihak pada hak-hak dan pemenuhan kebutuhan lanjut usia, serta menjamin peningkatan aktualisasi diri dan peran sosialnya di masyarakat,” tegasnya. (amh/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -