SMS Penipuan Masih Marak

OJK Terima Belasan Ribu Aduan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerima sekitar 12 ribu pengaduan mengenai praktik pidana penipuan melalui SMS. Pemblokiran rekening telah dilakukan sebagai tindak lanjut pengaduan.

Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK Anto Prabowo mengatakan, belakangan marak beredar SMS meresahkan di masyarakat. Diantaranya berisikan instruksi untuk mentransfer sejumlah dana ke nomor rekening tertentu. “Menanggapi hal ini kami luncurkan layanan ‘financial costumer care’ pada 25 April lalu. Melalui layanan ini kami terima sekitar 12 ribu laporan,” ungkapnya, kemarin.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.461 aduan mencantumkan nomor rekening dan nama pelaku dari SMS yang beredar. Terkait hal ini pihaknya telah menindaklanjuti. Yaitu bekerja sama dengan bank terkait untuk memvalidasi dan menganalisis pola rekening tersebut. “Akan dilakukan penutupan sementara terhadap rekening yang bersangkutan untuk mencegah kerugian masyarakat,” tambahnya.

Sementara terhadap masyarakat yang terlanjut menjadi korban karena telah mentransfer sejumlah uang, ia mengatakan dana tersebut masih bisa diupayakan kembali jika segera dilaporkan. “Untuk yang sudah terlanjut transfer akan dilihat apakah dana tersebut sudah keluar atau belum. Kalau belum, bisa dikembalikan dalam jangka waktu 5 hari,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya juga akan bekerjasama dengan pihak provider untuk menganalisa pengguna nomor-nomor yang digunakan untuk menyebar SMS meresahkan tersebut.

Ia menambahkan, selain tindak penipuan dengan memanfaatkan SMS, OJK juga menginventarisasi pengaduan konsumen terkait kejahatan yang memanfaatkan layanan internet atau financial cyber crime. Hal ini cukup penting mengingat terus tumbuhnya nasabah yang menggunakan layanan e-banking.

“Dalam empat tahun terakhir telah terjadi lonjakan pengguna “e-banking” hingga 271 persen. Oleh karena itu perlu kita antisipasi kejahatan di sektor ini, karena tindak kejahatan jenis ini tidak hanya menimbulkan kerugian cukup besar dari aspek finansial, namun juga reputasi industri keuangan,” jelasnya. (dna/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -