Jurnal Khazanah Edukasi, Tampung Karya Ilmiah Guru

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DEMAK– Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kementerian Agama (Kemenag) Demak, secara resmi melaunching Jurnal Pendidikan Khazanah Edukasi. Jurnal ini untuk mengakomodasi para guru yang ingin karya ilmiahnya dimuat untuk menunjang kenaikan pangkat, utamanya yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

Sebab, sejauh ini dengan banyaknya guru banyak pula karya ilmiah yang dikirimkan ke media massa atau jurnal tidak semua dapat tercover atau dimuat.

Ketua PGRI Cabang Kemenag Demak, Masrokhan mengatakan, untuk karya ilmiah yang sulit menembus media massa tersebut, maka dapat difasilitasi dimuat di jurnal PGRI yang telah terbit perdana tersebut.

“Jurnal yang kita terbitkan ini sementara memuat 10 karya ilmiah guru. Kalau nanti banyak yang mengirimkan ke redaksi, bisa diterbitkan lagi. Sementara ini, setahun terbit dua kali dulu,” ujar Masrokhan disela melaunching Jurnal Khazanah Edukasi yang diselingi seminar regional di rumah makan Pahala, Trengguli, kemarin.

Hadir dalam acara ini, Kepala Kemenag Demak Thobiq, serta narasumber Prof Muhibbin dari UIN Walisongo Semarang dan Heru Supriyanto, dari Kendal. Dua orang narasumber tersebut menyampaikan materi soal paradigma pembelajaran dengan pendekatan humanistik dan pembelajaran dengan pendekatan hypnoteaching atau psikologis.

Terkait hal itu, Masrokhan mengungkapkan, guru diberikan pemahaman bagaimana bisa menghadapi tantangan saat mengajar dan mendidik murid-muridnya yang cenderung nakal.

“Guru sekarang ini juga dihadapkan pada siswa yang bandel dan nakalnya luar biasa. Diberi sanksi fisik tidak mungkin karena bisa dianggap tindakan kriminal atau dikriminalisasi. Karena itu, perlu merubah pendekatan saja,” katanya.

Dengan pola pendekatan yang berbeda itu, diharapkan guru lebih kreatif dan inovatif serta kaya metodologi dalam pembelajaran.

Kepala Kemenag Demak, Thobiq menambahkan, guru sekarang hidup di era sosial media (sosmed) yang serba digital. Karena itu, guru harus kreatif dan inspiratif. Jika tidak, maka guru akan ketinggalan zaman.

”Guru harus berubah dan jangan sampai menjadi korban atau tergilas oleh perubahan itu sendiri,” ujarnya.

Dengan menuliskan kisah mereka masing-masing, maka sang guru dapat mengetahui cara bagaimana menangani atau memberikan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan pengalaman siswa yang dididiknya tersebut,” jelasanya.. (hib/sct/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -