Gotong Royong Entaskan Kemiskinan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID– Jumlah masyarakat tidak mampu di Kabupaten Magelang dinilai masih cukup tinggi. Sehingga perlu dilakukan sinergi bersama baik pemerintah maupun instansi lain untuk mengurangi angka kemiskinan itu.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Baznas Kabupaten Magelang M Zaenal Arifin di sela-sela pentasarufan atau pemberian bantuan kepada fakir miskin, anak yatim dan guru ngaji di Lapangan Kecamatan Candimulyo, Minggu (22/5). Menurutnya, perlu gotong royong seluruh masyarakat dan juga pemerintah untuk membantu mengentaskan masyarakat miskin.

“Saya yakin, masih banyak fakir miskin dan anak yatim yang belum mendapat perhatian dari pemerintah. Karena itu, kita butuh peran aktif semuanya. Di setiap desa, saya yakin masih ada orang yang ingin bersedekah maka perlu gotong royong sesama masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan,” kata pria yang juga menjabat Wakil Bupati Magelang ini.

Sejauh ini, kata dia, Baznas menghimpun zakat dan sedekah untuk disalurkan kepada yang membutuhkan sesuai syarat dan ketentuan di agama Islam. Menurutnya, hal ini sudah cukup efektif membantu untuk mengurangi beban masyarakat miskin. Dalam kesempatan itu, Baznas memberikan santunan kepada 323 guru mengaji, 190 anak yatim piatu dan 38 orang lansia.

Camat Candimulyo Agung Nugroho mengatakan, kerukunan masyarakat di wilayahnya masih sangat kondusif. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mencoba merusak kondusifitas tersebut.

Karena itu, ia minta peran tokoh masyarakat dan tokoh agama, terutama para guru mengaji untuk ikut mengantisipasinya. “Yang terang untuk menjaga kondusifitas itu, yang mayoritas kami minta menghargai yang minoritas. Sebaliknya yang minoritas, harus menghormati yang mayoritas,” jelasnya. (vie/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -