Suka Memodifikasi Baju yang Dibeli

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MENDALAMI dunia desain busana bisa lewat segala cara. Seperti yang dilakoni Anggia Restu Maulida. Gadis kelahiran Semarang, 21 September 1994 yang menyimpan obsesi menjadi desainer ini hobi memodifikasi baju yang dibelinya.

Anggia mengaku sengaja membeli baju-baju cowok yang longgar. Baju itu tidak langsung dipakai. Wajib melewati ‘mesin jahit’ ala Anggia dulu.

Nggak banyak kok ngrombaknya. Cuma 40 persenan lah. Biasanya di bagian lengan, leher, dan pinggang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya, memodifikasi baju tersebut bukan lantaran kurang puas dengan tren fashion yang dijual di pasaran. Tangannya memang selalu gatel ingin menciptakan model baru yang benar-benar menggambarkan jatidirinya. Tapi karena tidak pernah melalap ilmu desainer secara formal, dia baru bisa merombak baju yang sudah ada.

Hobi desain fashion itu ditulari dari mamanya. Sejak kecil baju santai Anggi banyak dibikin mamanya. “Waktu merombak baju itu, saya masih kerap konsultasi sama mama,” ucap putri kedua dari tiga bersaudara pasangan Rio Rianto dan Sri Hartini ini.

Jika ada kesempatan dan modal, Anggia punya rencana membuka butik fashion. Saat ini, dia juga sedang mencari partner bisnis untuk diajak kerja sama jualan baju lewat online.

Menurutnya, bisnis fashion tidak pernah ada matinya. Asal bisa mengikuti tren, pasti akan dicari pelanggan. “Jualnya pun tidak melulu fashion hijab saja. All round sesuai kebutuhan pasar dan tren,” tegasnya.

Obsesi menjual baju online, lanjutnya, terinspirasi dari kisah sabatnya yang kini punya tiga cabang butik. Padahal, dia menilai desain fashion yang dijual cukup simpel. Itu pun bukan hasil karya sendiri, tapi menjual produk dari produsen baju.

“Saya juga ingin seperti itu. Awalnya online, terus jadi toko offline atau butik. Tapi nanti dulu. Lagi program diet biar bisa jadi model baju yang akan saya jual,” ucapnya sambil tertawa. (amh/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -