Ketika Produk IKM Dambakan SNI

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Sertifikasi SNI (Standar Nasional Indonesia), menjadi salah satu yang musti dimiliki produk lokal agar bisa bersaing di pasaran. Sayangnya, masih sedikit Industri Kecil Menengah (IKM) yang mengantongi SNI.

RACHMA, 42, warga Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, mewanti-wanti anaknya untuk tidak memasukkan mainan ke dalam mulut. “Bahaya kan kalau sampai anak tersedak. Belum lagi kalau cat mainan anak itu, cat yang kandungan kimianya tidak disarankan oleh BSN. Untuk urusan ini, biasanya saya beli produk yang sudah ber-SNI.”

Meski agak mahal, Rachma mengaku jauh lebih aman untuk anak. “Kalau sudah ada label SNI, berarti sudah melalui serangkaian tes oleh badan terkait, yang artinya relatif sudah aman,” ucap perempuan berambut sebahu itu. Kendati demikian, ia tetap mengawasi anak-anaknya ketika mereka sibuk bermain boneka maupun mobil-mobilan.

Baca Juga : SNI Masih Menjadi Dilema

Pelaku usaha IKM atau UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) sebenarnya tidak berkeberatan mengurus sertifikasi SNI pada produk mereka. Namun, karena mahalnya biaya untuk mengurus SNI, membuat pelaku bisnis IKM/UMKM enggan melakukan.

“Sebetulnya, saya ingin mendukung program pemerintah, tapi kalau harus bayar mahal untuk SNI, bisa-bisa saya gulung tikar,” kata Suyud, 47, seorang perajin boneka di Yogyakarta. Ia mengaku semula berniat mengurus SNI. Namun, setelah tahu biayanya mahal, Suyud mengurungkan niatnya. Informasi yang dia peroleh, untuk mendapatkan SNI, pemohon harus merogoh uang hingga nominal puluhan juta. Karenanya, terkait SNI, Suyud berharap pemerintah bisa menurunkan biaya pengurusan, agar tarifnya terjangkau oleh pelaku UMKM.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -