Pancasila Bagi NU Telah Final

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO – Rencana pembubaran organisasi kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh pemerintah terus mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan. Termasuk datang dari Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini yang hadir dalam Apel Kebangsaan dan Pelantikan Pengurus Cabang NU Wonosobo di Alun-alun Wonosobo, Minggu (21/5).

Helmy menyebutkan, rencana pemerintah membubarkan HTI dinilai sudah tepat. Organisasi manapun yang asasnya bertolak belakang dengan Pancasila atau dengan sengaja ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lainnya, sudah sepantasnya mendapatkan tindakan tegas.

“Upaya pembubaran HTI oleh pemerintah, meski nanti masih menjalani proses hukum peradilan, PBNU menyampaikan mendukung sepenuhnya,” katanya.

Jika dilihat seksama, sambung Helmy, para simpatisan HTI tidak ada yang salah dalam keberagamaan maupun peribadatannya. Tidak ada perbedaan. Misalnya, akidahnya sama, syahadatnya sama, salatnya sama, kiblatnya, Alqurannya juga sama. “Yang bermasalah adalah yang kita sebut sebagai sesat dalam bernegara. Karena dia (HTI) memiliki agenda untuk mengubah haluan negara kita,” katanya.

Bagi NU, Pancasila sudah final. Negara Indonesia adalah negara yang plural yang terdapat begitu banyak agama, ras, etnis, suku dan golongan. Sehingga tidak dimungkinkan Indonesia itu didirikan atas dasar satu agama. “Pembubaran yang dilakukan pemerintah terhadap HTI, sama sekali tidak menyinggung umat Islam di Indonesia. HTI tidak merepresentasikan umat Islam Indonesia,” katanya.

Ketua Tanfidz PC NU Wonosobo Ngarifin Siddiq menyampaikan, Pancasila sebagai ideologi negara menjadikan negara Indonesia menjadi darus-salam (negara selamat). D imana seluruh warga berhak hidup damai di negara kesatuan, tanpa memandang latar belakang agama, ras, suku maupun etnik seseorang.

“Duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Menjadikan Islam yang ramah bukan Islam marah. Menjadikan Islam yang mengajak bukan Islam yang mengejek,” serunya di depan ribuan peserta apel. (cr2/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -