Perkuat Semangat Kebangsaan, Cegah Radikalisme di Kampus

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Gerakan radikalisme masih menjadi ancaman keutuhan NKRI. Apalagi kini mulai menyasar kalangan mahasiswa dan tak ragu untuk masuk ke lingkungan kampus. Oleh karena itu perlu ditangkal dengan memperkuat semangat kebangsaan.

Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kabadiklat Kemhan RI), Mayjen TNI Hartind Asrin meminta perguruan tinggi harus berperan aktif melawan dan mengantisipasi masuknya paham radikalisme di kampus.

”Radikalisme bisa dilawan jika kita punya semangat kebinekaan dan bela negara, sehingga segala paham negatif yang memecah belah bangsa bisa diminimalisir,” katanya saat kuliah umum tentang bela negara dan wawasan kebangsaan di lantai 7 Gedung Utama kampus Upgris, Senin (22/5) kemarin.

Menurut Hartind, saat ini wawasan kebangsaan sudah mulai tergerus terhadap ingar-bingar reformasi dan era keterbukaan serta globalisasi yang sangat luas. Sehingga wawasan kebangsaan dan bela negara menjadi suatu yang harus dilakukan oleh semua elemen masyarakat, tak terkecuali mahasiswa. ”Wawasan kebangsaan dan bela negara, harus menjadi pilar utama untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan Indonesia dan NKRI harus utuh dan tidak tergerus oleh kemajuan zaman,” tegasnya

Sementara itu, Rektor UPGRIS, Muhdi, mengatakan, mahasiwa harus melakukan kegiatan positif dan bermanfaat yang telah disediakan oleh pihak universitas. Pihak kampus sendiri juga terus melakukan pengawasan dan monitoring melalui unit kegiatan mahasiswa (UKM) dan organisasi lainnya.

”Kami menerapkan aturan kepada setiap mahasiswa harus memiliki persyaratan minimal 300 poin kegiatan untuk bisa lulus studi, caranya dengan ikut kegiatan yang ada di kampus,” ujarnya. Dengan berkegiatan, minimal jaringan paham radikalisme tidak akan masuk ke dalam lingkungan kampus.

Selain itu, Muhdi mengaku terus membentengi mahasiswa dengan mewajibkan mahasiswa untuk ikut dalam mata kuliah Pancasila sebagai mata kuliah wajib, selain itu pihak kampus juga mengasah kemampuan soft skill mahasiswa. ”Misalnya, latihan kepemimpinan. Ini diharapkan bisa membendung pengaruh negatif, dan juga menjadi filter yang baik bagi mahasiswa,” jelasnya. (den/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -