Tunjangan Guru Belum Dibayarkan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG – Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) Kabupaten Temanggung meminta Kementerian Agama (Kemenag) untuk segera membayar tunggakan Tunjangan Profesional Guru (TPG) tahun 2015 dan 2016 lalu. Para guru swasta membutuhkan dana untuk menghadapi Lebaran tahun ini.

“Kami berharap, Kemenag bisa segera membayar semua tunggakan TPG.  Kalau bisa sebelum Lebaran, tunggakan sudah dibayarkan,” kata Wakil Ketua PGSI Temanggung Siyamin, kemarin.

Siyamin menyebutkan, tunggakan yang belum dibayarkan pada 2015 sebanyak 6 bulan, sedangkan tunggakan 2016 rata-rata antara 3 hingga 4 bulan. “Sampai detik ini, tunggakan-tunggakan TPG belum kami terima,” ungkapnya.

Masih menurut Siyamin, tidak hanya TPG 2015 dan 2016 yang belum terbayarkan. Pada 2017 ini, ribuan guru swasta yang berada di bawah kewenangan Kemenag Kabupaten Temanggung juga belum menerima TPG, padahal saat ini sudah memasuki bulan kelima. “Kami sangat prihatin dengan kondisi ini, TPG setiap tahun pasti mengalami masalah,” ujarnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Siyamin,  sesuai dengan surat keputusan (SK) yang diterima masing-masing guru, mereka akan mendapatkan tambahan penghasilan dari TPG sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Selama ini, ribuan guru swasta yang mengabdi di bawah Kemenag  hanya mengandalkan honor dari yayasan dan sekolah masing-masing.

“Mereka (guru swasta Kemenag, red) hanya mendapatkan honor berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per bulan,” ucapnya.

Melihat problematika yang dihadapi guru swasta di bawah Kemenag itu, PGSI telah berupaya maksimal untuk memperjuangkan nasib ribuan guru untuk mendapatkan TPG. Langkah yang ditempuh di antaranya dengan melakukan audensi dengan anggota DPRD Temanggung hingga mengunjungi Kementerian Agama Pusat.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi sampai sekarang dari Kemenag sendiri belum memberikan respon yang positif,” jelasnya. (san/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -