15.000 Peserta Semarakkan Dugderan

Hendi Bakal Jadi Kanjeng Arya Purbaningrat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG-Sebanyak 15 ribuan peserta yang terdiri atas pelajar TK, SD hingga SMP dari seluruh wilayah Kota Semarang, tumplek-blek di Simpang Lima dan Jalan Pahlawan Kota Semarang, Rabu pagi (24/5) kemarin. Tradisi rutin tahunan menyambut Ramadan ini memantik perhatian masyarakat untuk berbondong-bondong menyaksikan aksi para generasi muda ini.

Para siswa tampak ceria melakukan arak-arakan dengan mengenakan berbagai pakaian adat, kesenian daerah, dan ornamen-ornamen khas Semarang. Dimulai pukul 06.00, para siswa TK, sekolah dasar (SD), dan SMP menampilkan aneka ragam seni tradisional yang unik, seperti pasukan warak, kembang manggar, drum band, dan tarian kera ekor panjang.

Rutenya, mulai Lapangan Simpang Lima menuju Jalan Pahlawan dan berakhir di Taman Menteri Supeno atau Taman Keluarga Berencana. Meski tradisi Dugderan ini menyambut puasa Ramadan bagi umat Islam, uniknya para siswa dari sekolah selain Islam pun turut berpartisipasi. Di antaranya SMP Terang Bangsa, SMP Tri Tunggal, dan SD Kanisius. Semuanya menjadi satu tanpa memandang latar belakang agama.

“Saya melihat bahwa keberagaman bukan menjadi sebuah persoalan. Bahkan anak-anak telah belajar tentang indahnya kebersamaan dalam keberagaman melalui budaya yang namanya Dugderan,” kata Hendrar Prihadi usai membuka karnaval tersebut, kemarin.

Dikatakannya, kebersamaan menjadi hal penting untuk ditanamkan kepada para siswa sejak dini. Sehingga semangat toleransi dan menghormati perbedaan agama akan menjadi sebuah kebiasaan hingga mereka dewasa nanti. “Simbol-simbol keberagaman tampak begitu cantik dan indah. Ini diyakini sebagai modal kekuatan Bangsa Indonesia khususnya Kota Semarang untuk menjalin persatuan dan kesatuan dalam rangka melaksanakan program-program pembangunan,” katanya.

Lebih lanjut, melalui karnaval budaya Dugderan, Hendi mengajak agar generasi muda sebagai penerus bangsa turut berperan nguri-nguri warisan budaya leluhur.

Karnaval Dugderan ini masih berlanjut pada Kamis (25/5) yang merupakan acara inti. Diikuti siswa-siswi sekolah menengah atas (SMA) dan yang sederajat, organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, perhotelan, dan berbagai komunitas. Karnaval Dugderan ini dimulai dari Kompleks Balai Kota Semarang, kemudian melewati Jalan Pemuda dan berakhir di Jalan Kolonel Sugiyono, selanjutnya rombongan menuju Masjid Kauman Semarang.

Prosesi utamanya adalah penyerahan suhuf halaqah dari alim ulama Masjid Agung Kauman kepada Kanjeng Bupati Arya Purbaningrat yang diperankan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Acara akan dilanjutkan dengan pembacaan suhuf halaqah dan pemukulan bedug dan suara dentuman meriam yang merupakan cikal bakal nama “Dugderan”, yakni bunyi “dug” dari bedug dan “der” dari meriam. Karnaval ini dimeriahkan dengan bendi hias yang dinaiki Wali Kota Semarang beserta jajaran pejabat Pemkot Semarang yang diarak menuju Masjid Agung Kauman Semarang.

“Seminggu sebelumnya ada Pasar Dugder di Jalan Pemuda-Jalan Agus Salim hingga kawasan Johar dihelat. Tradisi ini akan tetap kami lakukan, kami sudah koordinasi dengan sejumlah Muspida untuk mengantisipasi hal-hal apa saja yang harus dimungkinkan terjadi,” katanya.

Berdasarkan pembahasan, kata Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi, ada beberapa persoalan. Pertama persoalan tingginya konsumsi masyarakat untuk berbelanja. “Pasti stok pangannya harus tersedia. Harga harus terjangkau, termasuk mengantisipasi bagaimana agar tidak terjadi penimbunan barang,” katanya.

Kedua, pihaknya juga memersiapkan aksesbilitas selama Ramadan. Sebab, biasanya banyak anak muda di Kota Semarang menggelar acara ngabuburit di jalan raya. “Ya boleh lah, tapi jangan sampai mengganggu warga lain yang menggunakan jalan tersebut,” katanya.

Termasuk persiapan arus mudik, lanjut dia, pihaknya mengaku telah menyampaikan kepada Dinas PU untuk mengontrol ruas-ruas jalan berlubang harus segera mulus. “Ruas-ruas yang terjadi rob dan banjir harus bisa diatasi. Tahun kemarin cukup sukses, jalur Kaligawe bisa kering. Saya minta itu bisa dicontoh untuk tahun ini,” katanya.

Lebih lanjut, kata Hendi, hal lain yang tidak kalah penting adalah pola keamanan. “Ramadan ini pasti banyak warga keluar rumah, masjid, musala, dan lain-lain. Nah ini perlu siskamling yang baik, koordinasi masyarakat dengan Babinsa maupun Babinkambtibmas untuk menjaga supaya lingkungan tetap aman. Saya rasa itu sudah saya sampaikan semua. Semarang siap menghadapi Ramadan maupun Lebaran tahun ini,” katanya.

Salah satu peserta, Dinda, 10, mengaku senang mengikuti Karnaval Budaya Dugderan. “Senang, karena banyak teman dan bisa berkenalan dengan teman baru. Selain itu juga mengenal tradisi budaya Semarang,” katanya.

Sedangkan salah satu peserta karnaval warga Jomblang, Ari mengaku antusias bisa mengikuti acara tersebut, meski harus menyiapkan sejak pagi untuk merias diri. ”Siap-siap mulai subuh, tapi seru bisa berpartisipasi,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Tika mengatakan bahwa karnaval ramai, namun kurang rapi. Meskipun ia baru kali pertama menyaksikan, tapi karnaval tersebut sangat meriah. ”Acaranya bagus, lihat banyak anak kecil ikutan juga,  bahkan lucu-lucu dandanannya,” ujarnya.

Namun ia menyesalkan karena arus karnaval tak seperti yang ia lihat di pamflet yang tersebar di Instagram. ”Lihat di Instagram, finish-nya di Taman KB. Tapi tadi lihat sampai air mancur Jalan Pahlawan kok sudah semrawut dan pada bubar barisannya, jadi keliatan aneh,” timpalnya. (amu/tsa/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -