Cegah Radikalisme dari Masjid

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Pemahaman tentang radikalisme sering disusupkan dalam kegiatan masyarakat. Karena itu, peran masjid menjadi penting untuk mencegahnya.

Hal ini dikatakan oleh Dewan Pembina Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Ali Mufiz, di sela-sela seminar nasional Peran Masjid dalam Penanggulangan Radikalisme, Terorisme dan Intoleran di MAJT, Rabu (24/5) kemarin.

Pembicara dalam seminar tersebut, Masdar Farid Masudi dari (PBNU), Guru Besar UIN Walisongo Abdul Jamil dan Ahmad Rofiq MA (Direktur Pascasarjana UIN), dan Pangdam Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman. Seminar ini diikuti ratusan audiens dari berbagai kalangan mulai dari penegak hukum, tokoh masyarakat dan lainnya.

Ali Mufiz melanjutkan bahwa pelembagaan radikalisme dan terorisme cukup cepat. Peranan masjid dan pemuka agama yakni, alim ulama atau kiai menjadi penting, karena masjid menjadi pusat kegiatan masyarakat. ”Peran pertama dari ulama mencegah radikalisme adalah dengan memberikan pemahaman kepada umat. Bila masjid jadi tempat persemaian radikalisme fanatisme hingga radikalisme, maka itu salah kaprah yang harus dicegah oleh para kiai,” katanya.

Menurutnya, kiai merupakan sosok yang bermasyarakat, berperan besar dalam memerangi radikalisme dimulai dengan menjaga jamaah masjidnya terhindar dari pemahaman radikalisme yang masuk. ”Kiai meluruskan pandangan masyarakat tentang paham radikalisme,” tambahnya.

Oleh karena itu, kerja sama yang bagus antara ulama dan unsur-unsur yang lain menjadi salah satu cara. Di Jawa Tengah memiliki 37 ribu masjid. Apabila per masjid jumlah jamaah minimal 500 orang, maka besar kesempatan untuk menahan tumbuhnya radikalisme. ”Jangan membiarkan paham-paham radikalisme masuk kalangan jamaah masjid. Kita harus memberikan informasi yang benar kepada masyarakat,” katanya

Adapun media massa, lanjutnya, harus membantu memberikan informasi yang benar kepada masyarakat tentang kegiatan radikalisme. Baginya, kegiatan radikalisme itu sifatnya terselubung, tidak mungkin terang-terangan dilakukan di depan umum.

Sementara itu, Pangdam IV/Kodam Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman menambahkan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan sangat rawan konflik. Hal ini tidak dapat dihindari, namun bagaimana masyarakat menjaga negara ini dengan menanamkan sikap saling toleransi.

”Minoritas itu melengkapi mayoritas dan sebaliknya. Jangan sampai ada kelompok yang ingin mendirikan negara sendiri. Kita pernah melewati reformasi. Saat ini, kita memasuki era demokrasi. Negara yang damai, negara yang demokratis,” pungkasnya. (mg30/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -