Main Basket, Wawasan Jadi Luas

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BAGI Sofiana Widi Astuti, basket bukan olahraga yang mementingkan individualisme. Basket membuka ruang untuk memiliki teman dari berbagai daerah maupun berbagai negara dan menambah wawasan lebih luas. Karena itulah, mantan pemain Allstar DBL 2015 ini, berharap bisa bermain basket ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, ingin membawa nama harum Indonesia melalui basket.

Perempuan hitam manis anak pasangan suami istri (pasutri) Endang Setyowati dan Siyap Siswanto yang lahir di Kabupaten Semarang, 19 Oktober 1998 ini pernah membawa pulang medali emas pada cabang olahraga (cabor) basket di Pekan Olah Raga Nasional (PON) Jawa Barat 2016. ”Harapannya, bisa mempertahankan gelar juara di PON 2020 mendatang,” tandas lulusan SMA Theresiana 1 Semarang ini.

Menilik dari latar belakang orang tuanya, Sofi –sapaan akrab Endang Styowati- merupakan anak sang penjual durian di Ambarawa ini telah menyukai olahraga basket sejak kelas 1 SMP. Namun baru bisa merasakan sebagai olahragawati basket, saat memasuki SMA Theresiana 1 Semarang. Sedangkan sosok yang paling berarti bagi Sofi adalah Arief Djazuli, pelatih basket ketika menempuh pendidikan di SMA Theresiana 1 Semarang.

”Saya merintis basket dari nol sampai sekarang. Bagi saya, Mas Arief Djazuli merupakan sosok ayah. Di basket ini, saya tidak hanya dididik sebagai pemain, tapi sudah diposisikan seperti adik/anak atau keluarga sendiri,” ujar wanita 18 tahun ini.

Sofi yang kini melanjutkan kuliah di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), bercita-cita ingin membanggakan orang tua dengan hobinya dan prestasi. ”Saya bersyukur, melalui basket sudah bisa berkeliling kota maupun pulau. Saya juga diberikan keberuntungan untuk pergi ke luar negeri karena basket,” tandas pebasket yang mendapatkan kesempatan ke Amerika saat menjuarai DBL 2015. (mg31/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -