Stand Inovasi RSI NU Meriahkan Lomba Balita

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DEMAK– Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Demak menggelar berbagai kegiatan dalam memeriahkan lomba balita. Diantaranya, pameran stand inovasi yang diiikuti rumah sakit maupun puskesmas di wilayah Demak.

Salah satu stand yang menarik perhatian adalah stand Rumah Sakit Islam (RSI) NU Demak.  RSI memamerkan inovasi berupa Mom and Baby Massage SPA. Yakni, treatment untuk bayi balita. Sang bayi atau balita diterapi sembari diajak ngobrol biar lebih rileks. Kalau mulai agak rewel, dibunyikan beberapa mainan.

Dengan demikian, pemijatan bisa terus dilakukan. Humas RSI NU, Khoirul Umiyati mengatakan, pemijatan bayi dilakukan sekitar 30 menit. Setelah itu, dilakukan pemanasan atau senam bayi (baby gym) sebelum berenang. Kemudian, sang bayi dipasang neck ring yang disesuaikan dengan usianya. Sebelumnya, dibasuh dulu dengan air agar tidak kaget dan berlahan dimasukkan ke kolam. “Kita praktikkan inovasi ini dalam lomba balita,”ujar Khoirul.

Humas Dinkes Pemkab Demak, Wajito menyampaikan, bahwa pameran inovatif ini masing masing stand baik stand rumah sakit maupun puskesmas memiliki keunggulan yang berbeda beda. Puskemas Guntur 2 misalnya, menampilkan soal ASI eksklusif. Kemudian, puskesmas Karangtengah menunjukkan keterampilan bagaimana menangani penyakit IMS akibat aktivitas seksual yang tidak sehat. Dan, ada pula puskesmas yang menampilkan kreativitas remaja pemantau jentik (rematik). “Untuk lomba balita dilakukan untuk memantau pertumbuhan balita serta lomba mewarnai untuk meningkatkan daya kreasi anak,”ujarnya.

Kepala Dinkes, Guvrin Heru Putranto mengatakan, berbagai kegiatan tersebut untuk meramaikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), yang melibatkan semua sektor, utamanya organisasi perangkat daerah (OPD) serta yang terkait lainnya. “Semua elemen mengambil peran masing masing. Intinya, bagaimana kesehatan tetap terjaga dengan baik. Diantaranya, membiasakan makan buah dan sayuran,” jelasnya. (hib/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -