450 PKL Barito Tolak Relokasi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG Sebanyak 450 pedagang kaki lima (PKL) yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Karya Mandiri Barito Blok A-H, menyatakan menolak kebijakan Pemkot Semarang yang akan merelokasi akibat terdampak proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur. Mereka menolak relokasi karena mengklaim berstatus resmi dan memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Selain itu, sebanyak 450 pedagang di Blok A-H ini memiliki karakteristik berbeda dibanding pedagang Barito lain.

”Kami sebenarnya tidak terdampak secara langsung. Sebab, lokasinya masih cukup jauh dengan tanggul. Ini merupakan tempat relokasi resmi pemberian Pemkot Semarang sejak 1970. Dulu kami direlokasi dari daerah Tawang,” kata Ketua Paguyuban Karya Mandiri Barito, Yulianto, usai menggelar istighotsah bersama di Jalan Barito, Kamis (25/5).

Baca Juga : Empat Kios PKL Ludes Terbakar

Dikatakannya, rencana pedagang di sepanjang Sungai Barito yang akan direlokasi di Pasar Klitikan Penggaron, Pedurungan ini sangat meresahkan warga. Sebab, hal ini mempertaruhkan hidup sebanyak 4.000 jiwa yang menggantungkan hidupnya di Barito Blok A-H. Apalagi kalau dipindah di Pasar Klitikan Penggaron, tentu akan sangat merugikan pedagang.

”Pedagang akan kesulitan menjalin relasi baru. Apalagi kondisi ruangan yang sempit sangat tidak kondusif,” ujarnya.

Menurut dia, ukuran kios di Pasar Klitikan hanya 3×3 meter persegi untuk masing-masing pedagang. Sementara saat ini, ukuran kios 3×4 meter persegi dan masih memiliki lahan belakang kios untuk menyimpan barang.

”Kalau dipindah di Pasar Klitikan, sudah dipastikan tidak kondusif. Apalagi Barito ini sudah menjadi ikon Semarang, jika kami pindah pasti kami kesulitan membangun dari awal,” katanya.

Anggota DPRD Kota Semarang, Ari Purbono, mengatakan, Pemkot Semarang perlu mencarikan solusi yang lebih tepat. Karena itu, perlu dilakukan kajian lebih serius. Bisa saja relokasi bukan menjadi solusi.

”Kalau pertumbuhan mal dan toko modern berkembang pesat, maka pedagang kreatif yang sudah memiliki karakter seperti di Barito ini perlu diperhatikan. Jangan malah dianaktirikan. Ini menjadi PR besar pemkot,” ujarnya.

Apalagi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang memiliki visi sebagai kota perdagangan dan jasa. Maka keberadaan pedagang Barito yang sudah eksis sejak lama dan menjadi ikon Kota Semarang ini jangan sampai mati usahanya.

”Kami pernah memberi beberapa opsi pemecahan masalah. Di antaranya, bisa direlokasi di Pasar Klitikan Pedurungan atau dibuatkan shelter dengan pemkot membeli aset lahan sekitar Barito. Kalau melihat keuangan daerah, harusnya mampu,” katanya.  (amu/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -