Berebut Ganjel Rel di Puncak Dugderan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Puncak tradisi Dugderan menyambut puasa Ramadan di Kota Semarang berlangsung meriah. Sedikitnya 12 ribu peserta dari kalangan siswa sekolah, mahasiswa, perusahaan, dan perwakilan kecamatan, tumpah ruah di halaman Balai Kota Semarang Jalan Pemuda Semarang, Kamis (25/5) sekitar pukul 12.00.

Prosesi Dugderan dimulai dengan penjemputan Kanjeng Bupati Semarang RMT Arya Purbaningrat yang diperankan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi oleh Prajurit Pandanaran. Dengan diiringi musik gamelan dan tari kolosal dengan menggendong patung hewan fantasi khas Semarang, Warak Ngendog, prosesi ini berlangsung khidmat sekaligus semarak.

Kanjeng Bupati Semarang RMT Arya Purbaningrat dengan dikawal prajurit menaiki singgasana podium. Ia kemudian memberikan ’ular-ular’ menggunakan bahasa Jawa. Pelepasan karnaval ditandai dengan pemukulan beduk Kiai Sapu Jagad oleh Kanjeng RMT Aryo Purboningrat.

Disaksikan ribuan warga Kota Semarang, arak-arakan berjalan secara berurutan. Tim drum band Gema Perwira Samudera Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang menjadi ujung tombak karnaval tersebut. Sekitar 200 personel tim drum band ini terlebih dahulu melakukan atraksi yang memukau penonton.

NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

Berbagai kelompok peserta arak-arakan menyusul dengan memakai kostum tradisional, kostum kreasi unik, kembang manggar, dan berbagai bentuk simbol Warak Ngendog, serta tradisi tektekan dan salawat diiringi rebana. Salah satu peserta karnaval yang mencuri perhatian warga berasal dari Salatiga, yakni Salatiga Iconic Costum (SIC). Mereka mengenakan kostum unik, mulai undersea, artwear, burung khas Semarang blekok, hingga kostum berbentuk candi. ”Kami memang sudah berencana ikut karnaval ini setelah dikabari teman komunitas di Semarang,” ujar Prasetyo, Ketua Salatiga Iconic Costum.

Setelah semua kontingen karnaval berjalan, Kanjeng Bupati RMT Arya Purbaningrat menyusul menaiki kereta kencana bersama sang istri. Menyusul di belakangnya diikuti berbagai bendi hias yang dinaiki oleh Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, Kapolrestabes Semarang, Dandim 07/BS Semarang, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Rombongan karnaval berjalan lenggak-lenggok sembari menyapa ribuan warga yang berjubal di tepi Jalan Pemuda. Arak-arakan berjalan menuju Masjid Agung Semarang di Jalan Kauman. Di masjid tersebut, dilakukan prosesi penyerahan Suhuf Halaqoh dari sesepuh Masjid Kauman kepada Kanjeng Bupati RMT Arya Purbaningrat, untuk selanjutnya dilakukan pemukulan beduk dan disertai suara letusan meriam. Itulah prosesi yang menceritakan awal kisah tradisi Dugderan. ”Dug, Dug, Dug..” suara beduk dan ”Der, Der, Der…” suara meriam.

Tidak berhenti di situ, sebelum meninggalkan Masjid Kauman, Kanjeng Bupati Arya Purbaningrat menyapa warga dengan membagikan kue khas Semarang, yakni ganjel rel dan air khataman Alquran. Konon, prosesi ini memiliki falsafah bahwa setiap warga harus merelakan hal-hal yang mengganjal. Bermaaf-maafan dengan hati bersih dan ikhlas, kemudian diminumi air khataman Alquran. Sempat terjadi ricuh di depan panggung rakyat saat gunungan roti ganjel rel dibawa keluar dari area Masjid Kauman. ”Tolong harap tenang. Insya Allah nanti kebagian semua. Jangan saling dorong, ayo yang tertib,” teriak salah satu panitia dari atas panggung.

Rombongan Kanjeng Bupati Arya Purbaningrat kembali melanjutkan perjalanan menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) untuk melakukan penyerahan Suhuf Halaqoh kepada Raden Mas Tumenggung Probohadikusuma yang seharusnya diperankan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Tapi berhalangan hadir dan diwakilkan kepada Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono. Suhuf Halaqoh ini agar diumumkan kepada warga Jawa Tengah bahwa akan segera memasuki bulan suci Ramadan.

”Dugderan merupakan tradisi kuno yang sudah dilakukan sejak tahun 1881, dan mengandung banyak makna,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam sambutan di awal pembukaan.

Semarang, kata Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi— menjadi salah satu kota yang memiliki tradisi rutin menyambut Bulan Suci Ramadan. Dugderan dinilai menjadi tradisi yang menciptakan guyub, rukun, hingga menciptakan persatuan dan kesatuan warga Kota Semarang. ”Atas tradisi-tradisi seperti ini, Menteri Agama memberikan penghargaan Kota Semarang sebagai kota yang berpartisipasi aktif dalam pembinaan kerukunan umat beragama,” ujarnya.

Hendi juga turut mengajak warga Kota Semarang mendoakan para korban insiden bom di Kampung Melayu Jakarta yang mengakibatkan lima orang meninggal. Ia meminta warga Kota Semarang tetap menjaga persatuan dan persaudaraan.

Pelaksanaan karnaval kemarin berlangsung aman dan lancar. Polrestabes Semarang sendiri mengerahkan 330 personel gabungan untuk pengamanan karnaval. Terdiri atas jajaran Polsek, Dinas Perhubungan, Satlantas, Sabhara, dibantu 3 Unit Satuan Brimob Polda Jateng yang berjumlah 30 personel. (amu/tsa/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -