Dirintis 4 Orang, Kini Menyebar di 37 Kelurahan

Lebih Dekat dengan Komunitas Sulam Pita Lokapita Semarang

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Puluhan ibu-ibu kreatif tergabung dalam Komunitas Sulam Pita Lokapita. Komunitas ini fokus membuat aneka kerajinan sulam dengan bahan pita. Seperti apa?

AFIATI TSALATSATI

KOMUNITAS Sulam Pita Lokapita dibentuk pada 2010 oleh empat orang perempuan warga Tlogosari Kulon, Pedurungan. Keempat orang bertetangga itu memiliki hobi yang sama, yakni berkreativitas menyulam.

”Awalnya, cuma saya, Bu Cris, Bu Dewi dan Bu Retno. Jadi, kami memang sudah saling kenal dan bertetangga, serta memiliki hobi sama. Saking seringnya bertemu, ngobrol-ngobrol, akhirnya meluangkan waktu bareng untuk menyulam,” ungkap Widyarini kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Bakat dan kreativitas yang terus dilakukan pada waktu luang oleh ibu-ibu rumah tangga ini semakin banyak menghasilkan karya. Hingga akhirnya, empat perempuan itu membentuk kelompok usaha kecil bersama dengan nama ”Tlogo Kreasi”. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jumlah anggota, kelompok ini pun berganti nama menjadi Lokapita. ”Loka itu kan tempat. Jadi artinya, tempat untuk berkreasi menggunakan pita-pita,” jelasnya.

Dikatakan, menyulam membutuhkan bahan berupa benang sebagai rajutan bentuk gambar atau kreasi. Bahan lainnya, yakni kain yang nantinya akan digambar terlebih dahulu, dan kemudian disulam. Namun di kelompok Lokapita, rajutan sulam yang digunakan bukan menggunakan benang melainkan pita.

”Mungkin semua kerajinan saya bisa. Tapi, saya pilih pita karena harganya murah, mudah didapat, dan bisa digunakan di semua media (menyulam),” jelasnya.

Menurutnya, anggota Lokapita berasal dari berbagai kalangan. Mulai ekonomi bawah hingga menengah atas.  ”Di sini kami membantu ibu-ibu dan kalangan muda yang mau berkreativitas. Namun juga memperhatikan faktor kemampuan ekonomi,” katanya.

Harga bahan sulam pun relatif terjangkau, mulai kisaran Rp 10 ribu sampai Rp 27 ribu.
Tentunya dengan menggunakan bahan yang terjangkau, tidak akan menjadikan kendala dalam memenuhi kebutuhan utama dari menyulam tersebut. Sehingga kegiatan berkreasi ini bisa terus berjalan dan mampu menghidupkan roda ekonomi masyarakat bawah pada khususnya.

”Supaya kreativitas ibu-ibu rumah tangga ini terus berjalan dan menambah pemasukan. Dari harga bahan yang relatif murah ini, kita juga harus berpikir cerdas untuk bisa menghasilkan kreasi dengan nilai jual tinggi,” ujarnya.

Kelompok usaha kecil yang digagas oleh empat orang ibu ini sekarang terus berkembang. Awalnya, yang hanya berada di satu kelurahan, kini telah menyebar di 37 kelurahan di 16 kecamatan Kota Semarang.

”Ada Kelurahan Tlogosari Kulon, Banyumanik, Kedungmundu, Tandang, Genuksari, Pedurungan Kidul dan Pedurungan Lor. Kemudian Kelurahan Tlogomulyo, Candisari, Plamongansari, Mijen, Sadeng dan Ngaliyan,” paparnya.

Pihaknya beserta anggota lainnya juga terus berupaya mempertahankan kreativitas ini dengan menggelar pertemuan bulanan. Pertemuan rutin itu digelar setiap Kamis minggu kedua. Sedangkan tempat pertemuan bisa dilakukan di rumah anggota atau di balai kelurahan.

”Pertemuan terserah yang ditempati, kalau rumahnya luas ya di dalam rumah. Kalau nggak ya di balai kelurahan. Jadi, kita keliling, anjangsana ke tempat kelompok lain. Di situ kita bisa lihat juga perkembangannya,” jelasnya.

Diakui, kelompok di masing-masing kelurahan sekarang sudah berbadan hukum menjadi Koperasi Produksi Lokapita Kreasi Mandiri. Semua anggota sudah mempunyai IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil). ”Jadi, semua anggota sudah terdaftar di kecamatan masing-masing dan ini secara otomatis,” ujarnya.

Rini sangat bersyukur kepada Pemkot Semarang yang sangat perhatian dengan adanya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini bisa membuat lapangan pekerjaan di masing-masing kelurahan. Selain itu, juga ikut membantu program pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan di Kota Semarang.

”Untuk anggota wajib setor hasil sulaman/barang di koperasi minimal sebulan 2 sulaman. Soal cara pembuatannya tidak ada yang sulit, asal ada niat aja,” terangnya.

Demi peningkatan kreativitas ini, pihaknya juga mendapat kesempatan dari pemerintah terkait pemasaran hasil penyulaman. Mereka sering diundang ikut pameran untuk mempromosikan hasil menyulam.

”Sulam pita sudah menjadi khas Kota Semarang, selain lunpia dan batik. Sudah ada SK dari Bapak Wali Kota. Kita sering diundang mengikuti pameran-pameren untuk promosi. Jadi, penjualan sudah seluruh Jateng bahkan Indonesia,” katanya.

Rini juga terus mendorong kepada anggotanya untuk terus mengembangkan kreativitas. Pihaknya juga terus memberikan kesempatan kepada anggota maupun masyarakat lainnya, termasuk kalangan muda untuk mengikuti pelatihan menyulam secara gratis.

”Kita ada pelatihan gratis seminggu sekali di hari Kamis. Tapi, untuk bulan Ramadan libur, dan dibuka lagi setelah Lebaran. Ke depannya saya juga ingin punya tempat pameran yang layak untuk memajang hasil karya ibu-ibu Lokapita. Sementara ini kantor koperasi dan showroom masih di rumah saya Jalan Bledak Anggur 3/9 Tlogosari Kulon,” ujarnya. (*/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -