Megengan Brumbung, Arak 17 Bendera Merah Putih

Tradisi Sambut Ramadan Sejak 1842

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DEMAK – Antusiasme warga Desa Brumbung, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak sangat tinggi dalam menyambut bulan suci Ramadan. Sebanyak seribuan warga Desa Brumbung dan sekitarnya berduyun-duyun mendatangi ke Masjid Besar Nurul Huda yang dijadikan titik pusat tradisi Megengan, Jumat (26/5) kemarin.

Ketua Panitia, Supriyono, mengatakan bahwa tradisi Megengan tidak berbeda dengan tradisi-tradisi di daerah lain seperti Dugderan khas Semarang dan Dandangan di Kudus. Dalam Megengan kali ini, ratusan pedagang menggelar lapak dagangannya mulai menjual makanan khas bulan puasa seperti apem dan pasul khas Desa Brumbung hingga kebutuhan sandang lainnya. “Tercatat 215 pedagang dan masih banyak lagi yang belum terdaftar,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (26/5) kemarin.

Namun demikian, hal yang membedakan dengan Megengan edisi sebelumnya adalah adanya kirab budaya dimana prajurit Kerajaan Demak dan pasukan berkuda diikutsertakan. Sehingga nuansa klasik dan religius Islam terlihat sangat kental. Bahkan, ada 17 bendera Merah Putih yang diarak untuk menegaskan tanggal kemerdekaan dan Nuzulul Qur’an. “Kami menyediakan 2 gunungan makanan khas dan hasil pertanian desa. Disamping itu, atraksi drumband juga digelar di pelataran masjid,” ujarnya.

Kepala Desa Brumbung, Akhib Musadad, mengatakan bahwa awalnya tradisi Megengan dilakukan hanya dengan menabuh bedug setelah ashar hingga menjelang maghrib. Namun, sejak 1943 transaksi jual beli mulai terjadi, meskipun intensitasnya tak seramai seperti sekarang.

Kenapa ditempatkan di Masjid Besar Nurul Huda? Menurutnya, masjid tersebut merupakan peninggalan saudagar asal Timur Tengah yang mengumandangkan datangnya bulan Ramadan. “Tradisi itu bermula pada tahun 1842 dan terus dilestarikan hingga sekarang. Ini bagus untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Parawisata Kabupaten Demak, Istikhomah, mengatakan akan menjadikan tradisi yang penuh nilai kearifan lokal ini sebagai salah satu agenda parawisata di Kabupaten Demak. Namun demikian, dia mendorong masyarakat dan Pemerintah Desa (Pemdes) segera membuat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Sehingga penyelenggaraan tiap tahunnya bisa terkonsep lebih baik lagi. “Perlu dimaksimalkan lagi, ditambah dengan kegiatan sosial,” ungkapnya. (mg28/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -