Pengedar Upal Sasar Pedagang Oprokan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Antisipasi maraknya peredaran uang palsu (upal) selama Ramadan, aparat Polsekta Semarang Selatan blusukan di Pasar Mrican, Jumat (26/5) kemarin. Mereka mendatangi para pedagang untuk menyosialisasikan penyebaran upal tersebut. Sosialisasi dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsekta Semarang Selatan Iptu Siti Nurhaniah.

Menurut Iptu Siti Nurhaniah, kegiatan tersebut dengan sasaran para pemilik lapak di depan pasar hingga pedagang oprokan di bagian paling belakang pasar. ”Penyuluhan ini penting agar masyarakat yang berbelanja di pasar bisa mendeteksi keaslian uangnya,” ungkap Iptu Siti di sela sosialisasi peredaran upal, Jumat (26/5).

Para pedagang diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi peredaran upal yang biasanya marak terjadi selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Sebab, modus operandi oknum pengedar upal kerap menyasar para pedagang pasar tradisional.

Salah satu pedagang, Sri Wahyuningsih, mengaku, dirinya pernah mendapatkan uang palsu. Namun ia bingung jika harus melaporkan kepada pihak berwajib.

”Di sini kadang ada yang dapat uang palsu. Biasanya pedagang yang ada di seberang jembatan. Mereka bingung mau ngelaporin, nantinya ditindaklanjuti apa tidak,” katanya.

Lurah Pasar Mrican, Wagiyono, meminta kepada aparat kepolisian supaya menggencarkan penyuluhan upal di pasar tradisional. Sebab, ia menganggap peredaran upal kini marak ditemukan oleh sebagian pedagang yang berjualan pada pagi hari.

”Belum ada laporan terkait adanya upal. Tapi, seandainya ada temuan, saya minta kepada polisi secepatnya menangkap pengedarnya. Kasihan pedagangnya, mereka bisa rugi besar,” ujarnya. (tsa/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -