Pernah Ditahan, Menginspirasi Jadi Advokat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PEMBELAJARAN yang dialami secara pribadi menjadikan Theodorus Yosep Parera semakin mantap untuk menjadi salah satu penegak hukum, yakni advokat. Padahal cita-cita sejak kecil adalah menjadi pilot pesawat tempur. Namun cita-cita itu pupus setelah merasakan jeruji besi kurungan di kepolisian.

Mantan Plt. Ketua Umum DPP ISMAHI (Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia) ini mengaku, pernah dikurung dalam sel tahanan kepolisian hinga sebulan lamanya. Yaitu akibat kasus kenakalan remaja berupa perkelahian yang pernah dilakukannya bersama teman-temannya. Ia ditahan selama 2 kali di kepolisian Sukoharjo.

Baca Juga :

Pertama selama 1 minggu, kedua selama 3 minggu, serta di Jakarta selama 1 bulan. Kemudian saat sudah resmi menjadi advokat 5 hari dikurung di Polrestabes Semarang, untuk menjadi penjamin anak magang di kantornya.

“Di dalam kurungan sel itu, saya sering dipukuli, dihajar dan disiksa. Jadi diminta melakukan pengakuan, saya juga disirami air, jempol saya ditindih kursi, bisa saja pandangan polisi melihat kami masih kecil tapi sudah nakal. Kalau yang ditahan di Polrestabes Semarang sudah jadi advokat, waktu itu, jadi pelindung kasus dugaan penculikan yang dituduhkan ke mahasiswa NTT dan Timor Leste yang magang di kantor saya,” bebernya.

Akibat dikurung tersebut, Dewan Pengawas GMPK (Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi) Kota Semarang ini merasa semakin terinspirasi untuk menjadi penegak hukum. Yosep mengaku tidak bersedia memilih menjadi jaksa atau polisi karena masih diatur dengan pimpinan. Sedangkan advokat memiliki hak pribadi mengatur yang benar dan salah.

Yosep mengaku mulai menyukai profesi advokat sejak tahun 2000. Kemudian pada 2002 setelah ditahan oleh Polrestabes Semarang, ia semakin berani. Karena saat itu mahasiswa yang magang di kantornya bersama teman-teman mahasiswa dari NTT dan Timor Leste totalnya sebanyak 76 orang, dikurung atas kasus dugaan penculikan terhadap keponakan Kapolda.

“Akhirnya saya mengantikan berlima yang lainnya masih ada, Abiratupa, Karer Bengu, Emanuel Nahya, Eben Eser, tapi yang lain masih mahasiswa, saya pengacara sendiri. Setelah dibuktikan disidang, kasusnya tidak terbukti,” tandasnya.

Sejak resmi menjadi advokat, sudah ribuan kasus ditangani bersama timnya. Mulai pidana umum (pidum) , pidana khusus (pidsus), kepailitan, arbitrase, militer dan pengadilan agama. Bahkan yang awalnya ia sendiri, sekarang sudah memiliki 10 tim advokat, sedangkan mahasiswa magang masih 20 orang.

“Awal menangani kasus dulu penagihan asuransi perbankan di Jakarta. Dari banyak kasus ada yang dibayar pakai beras, pisang dan hasil panen lainnya, kita menanganinya secara gratis, pernah kita tolak pemberian mereka, tapi besoknya datang mengirimi langsung ke kantor,” katanya.

Yosep juga mengaku begitu lulus sarjana, langsung mengikuti ujian advokat di Pengadilan Tinggi Jateng. Setelah resmi tahun 2000 ia membuka kantor pengacara sendiri di daerah Randusari, Semarang yang merupakan kediaman mertuanya. Kemudian pada 2001 ia dipercaya menjadi legal SM. Pada 2002 memutuskan mengundurkan diri untuk menjadi legal dan membuka kantor sendiri hingga sekarang. (jks/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -