Pejabat, Seniman dan Model Bagi Takjil Gratis

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Sekitar 20 model cantik dari Bayu Ramli Management tampak berjajar di traffic light Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (28/5) sore. Mereka membagikan takjil gratis berupa snack dan minuman kemasan kepada pengendara motor yang berhenti di lampu merah.

Sembari menunggu mendapat takjil gratis, para pengendara kendaraan bermotor dihibur tiga penari yang membawakan tari Gambang Semarang. Tarian tersebut bukan diiringi tembang rekaman, tapi langsung dari gamelan yang dibawakan mahasiswa kesenian Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Beberapa pejabat dan tokoh pun turut bergabung dalam ajang bagi-bagi takjil bertema ”Gamelan on The Street’ tersebut. Seperti Sekda Jateng, Sri Puryono, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, hingga Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang, Arnaz Agung Andrasmara.

Sri Puryono mengatakan, bagi-bagi takjil gratis ini merupakan wujud kepedulian yang menuju pada pelayanan sosial. ”Kami bukan pamer, tapi memberikan contoh kepada yang lain. Berbagi rezeki bagi yang berhak mendapatkannya,” ucapnya.

Dia pun tertarik gelaran ini melibatkan seniman yang ikut membawakan kesenian khas Semarang. Sentuhan budaya ini tentu menjadi nilai plus. ”Seperti Kanjeng Sunan Kalijaga yang memakai kesenian daerah untuk syiar agama,” imbuhnya.

Sementara itu, penggagas bagi-bagi takjil gratis, Bayu Ramli menuturkan, acara ini merupakan event tahunan yang digelar setiap awal Ramadan. Jika biasanya hanya mengajak sejumlah model saja, kali ini dia sengaja menggandeng seniman Gambang Semarang agar lebih meriah.

Menurutnya, digandengnya tari Gambang Semarang ini untuk mengangkat kembali budaya lokal yang nyaris punah. ”Agar orang Semarang kembali mengenal budaya asli Semarang. Tari ini juga untuk menyemarakkan awal puasa agar lebih meriah,” tegasnya. (amh/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -