Thek-Thek Sahur, 15 Remaja Tawuran

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Sebanyak 15 remaja diamankan aparat Polsek Semarang Timur lantaran terlibat aksi tawuran di kawasan pedagang kaki lima (PKL) Barito, Semarang Timur, Minggu (28/5) sekitar pukul 02.30. Bentrokan terjadi bermula ketika dua kelompok remaja bertemu di lokasi tersebut saat menggelar thek-thek untuk membangunkan warga bersantap sahur. Pertemuan dua kelompok remaja tanggung itu justru terlibat saling ejek hingga berujung perkelahian.

”Begitu bertemu di lokasi kejadian, mereka saling ejek dan terlibat saling tawuran. Ada 15 yang berhasil kita amankan,” ungkap Kapolsek Semarang Timur, Iptu Agil Widyas Sampurna, Minggu (28/5).

Agil mengatakan, belasan remaja tanggung itu diamankan saat berusaha melarikan diri dari kejaran petugas. Mereka berhamburan masuk gang perkampungan usai terlibat aksi tawuran. Petugas yang kebetulan tengah melakukan patroli rutin, langsung mengejar para pelaku.

”Kita lakukan penyisiran di beberapa lokasi di Kelurahan Kemijen, Jalan Pengapon, Jalan Raden Patah dan Kawasan Barito. Empat kawasan ini memang kerap terjadi tawuran, khususnya saat thek-thek menjelang waktu sahur,” katanya.
Belasan remaja yang diamankan tersebut langsung dibawa ke Mapolsek Semarang Timur untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Mereka diperbolehkan pulang setelah dijemput orang tua masing-masing. Selain itu, mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan tidak melakukan tindakan serupa.

”Kalau terbukti masih melakukan hal serupa, ya pastinya akan kami proses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Ada tindakan tegas,” ujarnya.
Agil mengimbau kepada masyarakat agar aktivitas membangunkan sahur warganya dilakukan di kampung masing-masing. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya aksi serupa yang dikhawatirkan merugikan masyarakat. ”Boleh dilakukan, tapi tidak boleh sampai ke luar kampung atau masuk kampung lain. Ini untuk mengantisipasi adanya bentrokan,” katanya. (mha/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -