Jalur Alternatif Masih Rusak

Ruas Jatibogor-Kertasari

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SLAWI-Beberapa jalur alternatif untuk para pemudik di Kabupaten Tegal masih banyak yang rusak. Salah satunya, di ruas Jatibogor-Kertasari Kecamatan Suradadi. Kondisinya sangat memprihatinkan. Selain rusak parah, jalan tersebut tidak difasilitasi penerangan jalan umum (PJU).

Padahal, ruas Jalan Jatibogor-Kertasari merupakan jalur alternatif saat jalur pantura wilayah Kecamatan Suradadi hingga Kecamatan Warureja mengalami kemacetan. Jalur alternatif itu dilalui dari pertigaan Larangan, Kecamatan Kramat ke arah selatan hingga pertigaan Kemantran. Dari pertigaan Kemantran berbelok ke kiri arah timur menuju arah Jatibogor.

Jika melihat kondisi jalan dari Kemantran menuju Jatibogor, memang masih bagus. Aspalnya menggunakan hotmix. Namun setelah sampai Jatibogor hingga Kertasari, sangat mengenaskan. Sebagian jalan kondisinya beton, tapi sebagiannya lagi rusak parah. Kondisi itu dikarenakan proyek peningkatan jalan dengan betonisasi ruas Jatibogor-Kertasari yang tidak rampung dikerjakan di tahun 2016.

“Kondisinya sangat parah. Jika tidak berhati-hati bisa terjatuh,” kata Sudaryo, 40, salah satu warga Desa Kertayasa Kecamatan Kramat yang kerap melintasi jalur Jatibogor-Kertasari dan Jatibogor-Lodadi, kemarin.

Menurut pria berbadan gempal ini, jalur itu sangat sulit dilalui, karena berlubang, bergelombang dan ambles. Lubang jalan bisa mencapai kedalaman 50 sentimeter dengan lebar sekitar 1-3 meter. Saat hujan turun, lubang terisi air hingga layaknya kolam ikan. “Kalau pengendara yang tidak terbiasa melewati jalur itu, bisa terjebak dalam lubang dan terjatuh,” tuturnya.

Anggota DPRD Kabupaten Tegal asal Desa Jatibogor, Rudi Indrayani mengaku sudah berulangkali menyuarakan untuk perbaikan jalan di Jatibogor-Kertasari. Desakan DPRD telah direalisasikan di tahun 2016, tapi sayangnya proyek itu gagal dikerjakan 100 persen. Kondisi itu memperparah jalan yang hanya dibeton separuh jalan. Pihaknya kembali mengusulkan untuk lanjutan proyek itu di tahun ini. Akan tetapi, karena keterbatasan anggaran, sehingga hanya mendapatkan plafon untuk pemeliharaan sebesar Rp 150 juta. “Kami akan dorong untuk tahun 2018, bisa dilanjutkan,” pungkasnya. (yer/jpg/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -