Kunjungan Pansus Pajak Hotel dan Restoran

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Panitia Khusus (Pansus) Perubahan Peraturan Daerah Tentang Pajak Hotel,Pajak Restoran dan Pajak Hiburan DPRD Kota Semarang, melakukan tinjauan ke beberapa objek pajak. Kunjungan ditujukan pada sejumlah hotel dan restoran.  Tujuan dari tinjauan tersebut yakni untuk memperoleh informasi dari pelaku hotel dan restoran serta hiburan mengenai item-item apa saja yang terkena objek pajak.

Menurut Ketua Pansus Perubahan Peraturan Daerah Tentang Pajak Hotel,Pajak Restoran dan Hiburan, Wachid Nurmiyanto, perda ini bisa memperjelas sehingga jika objek pajak sudah terkena pajak nasional maka tidak kena pajak daerah. Artinya objek pajak tidak terkena dua pajak sekaligus.

“Dengan adanya Perda ini, diharapkan pajak hotel, yang dulunya dihasilkan item-itemnya apa saja yang terkena pajak belum spesifik, sehingga diperoleh lebih spesifik lagi. Dulu ada hotel dan losmen, tapi sekarang ada hotel, pondok wisata, motel, kondominium, apartement, yang menyatu dengan hotel, wajib dikenakan pajak, termasuk kos-kosan yang memiliki 10 kamar masuk kategori hotel,” katanya.

Wachid Nurmiyanto menambahkan, rencana besaran pajak berbeda, pajak hotel diluar kos-kosan dan pondok wisata akan dikenakan sebesar 10 persen. Sedangkan untuk kos-kosan dan pondok wisata sebesar 5 persen. “Kami hanya membahas regulasinya dan mengatur mekanisme sistem perpajakan tentang hotel saja,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Pajak Daerah  Bapenda, Agus Wuryanto mengatakan, akan menginventarisir item-item objek kena pajak, sehingga terdata semuanya. Pihaknya juga mendorong sistem online untuk membayar pajak terutama hotel, restoran dan hiburan, namun belum semuanya tercapai.

”Ditargetkan tahun ini semuanya objek pajak memakai sistem online,” ujarnya. General Manager Hotel Gumaya, Agik Sukarno mengatakan, tingkat okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel tersebut rata-rata sebesar 51 persen.

Pihaknya akan mengikuti saran atau masukan dari Pansus DPRD dan Pemkot Semarang untuk memisahkan pajak hotel dan restoran setelah tinjauan tersebut. “Selama ini, kami mengikuti aturan pajak pemkot, jika akan dionlinekan, kami meminta difasilitasi alat untuk intergrasi dengan sistem kami,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Martheas Mulyawan selaku Executive Assistant Manager Hotel Ibis Budget Semarang. Menurutnya, mekanisme pajak yang ditetapkan dalam perda akan diikuti selagi sesuai dengan sistem yang terintegrasi di pusat.

“Kami pada dasarnya mendukung regulasi yang ada. Yang penting terkoneksi dengan sistem di pusat. Sehingga kami pun tidak perlu menambah alat lagi,” pungkasnya. (HMS)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -