Ngidam Es, Lahirkan Bayi Kembar 4

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MAGELANG – Sari Nur Yani, 25, warga Tidar Dudan RT 3 RW 12 Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan sedang diselimuti rasa bahagia. Pada Sabtu (27/5) lalu sekitar pukul 08.00 WIB, dia melahirkan bayi kembar empat. Dua bayi berjenis kelamin laki-laki dan 2 lainnya perempuan.

Sari menjalani persalinan melalui operasi caesar di Rumah Sakit Ibu dan Anak Gladiol, Magelang. Ia bersyukur, keempat bayinya lahir dalam kondisi baik. Lahir pertama bayi berjenis kelamin laki-laki, disusul dua bayi perempuan dan terakhir kembali laki-laki.

Karena kelahiran bayi bertepatan denganawal bulan Ramadan, Sari dan suaminya, Suprihatin, menamai anak mereka dengan Ramadhan juga Ramadhani. Secara berurutan, namanya Rasya Atinsa Ramadhan, Mikaila Atinsa Ramadhani, Arsila Atinsa Ramadhani, serta Rafka Atinsa Ramadhan. Nama Atinsa diambil gabungan nama ayah dan ibu bayi, Suprihatin (Atin) dan Sari (Sa).

“Alhamdulillah, ini anugerah dari Allah SWT setelah saya menunggu dua tahun setelah pernikahan saya,” kata Sari yang masih dalam perawatan di ruang Mawar 2, RSIA Gladiol, Senin (29/5).

Sari menceritakan, saat memasuki usia kehamilan tiga bulan, ia ditemani suami melakukan USG. Sejak saat itu, diketahui ada empat janin yang berkembang dalam kandungan. Ia mengaku, kehamilan dengan empat bayi kembar juga bukan program.

“Awalnya cuma terlihat dua, setelah digeser ada satu lagi, digeser-geser lagi, terlihat satu lagi. Saya sempat nggak percaya kalau ada empat janin, tapi saya diyakinkan oleh dr Doddy Sutanto kalau itu memang benar. Kebetulan, ada turunan dari pakde saya kembar,” ujarnya.

Selama hamil, Sari mengaku kerap mual. Berat badan yang semula 70 kilogram, melonjak 16 kilogram menjadi 86 kilogram. Saat usia kehamilan tua, ia merasa gampang capek bila berjalan jauh. Juga susah tidur. “Sering mual, tapi saya cukup doyan makan.”

Meski baru pertama kali hamil, baginya tak ada perlakuan khusus. Aktivitas yang dilakoni masih normal. Hanya menjaga kandungan dengan tidak melakukan pekerjaan berat serta mengonsumsi buah, sayur juga vitamin. “Memang jaga-jaga juga bila bayinya diprediksi lahir sebelum waktunya,” ujarnya.

Suprihatin, 30, merasa bersyukur memiliki anak kembar. Pria yang sehari-hari membantu ibunya berjualan ayam di daerah Tukangan ini berencana akan menggelar syukuran. Selain karena memiliki bayi kembar empat, istrinya juga melahirkan dalam keadaan selamat. “Saya senang sekali, istri dan anak-anak saya semuanya sehat,” tuturnya.

Pada saat Sari hamil, Suprihatin merasa istrinya manja. Pernah ngidam minta dibelikan es padahal sudah larut malam. Terkadang, istrinya juga sering marah-marah. “Tapi semua itu saya bawa asyik saja, hahaha.”

Sementara itu, Bidan Endriana Ika menceritakan keseruan pihak rumah sakit menyambut kelahiran bayi kembar empat. Hal ini merupakan pengalaman pertama bagi rumah sakit yang berada di Jalan Kenanga ini. “Kalau bayi kembar tiga sudah beberapa kali, kalau kembar empat baru pertama kali ini.”

Dia menjelaskan, proses persalinan berlangsung cepat, selesai pukul 09.00 WIB. Di dalam ruangan operasi, ada dua dokter yang menangani. Yakni dr Doddy Sutanto dan dr Yunita Erlina. Dua dokter spesialis kandungan itu dibantu 8 perawat yang siaga.

“Biasanya satu dokter, dua perawat saja, atau dua dokter, empat perawat. Yang ini sampai kami siapkan 8 perawat, agar dapat menangani dengan cepat, bila terjadi sesuatu,” jelas Endriana.

Terkait kondisi bayi, dikatakan dalam kondisi baik. Hanya bayi ketiga yang masih membutuhkan bantuan pernafasan, karena keluarnya cukup lama. “Bayinya belum boleh pulang semua sampai kenaikan berat badannya stabil. Untuk ibunya boleh pulang, kalau sudah merasa sehat.”

Untuk asupan ASI, saat ini masih digantikan susu formula. Dengan menggunakan selang dan mulai belajar menggunakan pipet. Dalam perawatan di ruang khusus, keempat bayi kembar itu juga ditangani dokter spesialis anak, dr Soelistiyono dan dr Chrisna Hendarwati. (put/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -