Tolak Penambangan yang Merusak

HARI TAMBANG

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menuntut pemerintah mencari alternatif lain yang lebih ramah lingkungan dalam mengelola tambang.

Seruan ini dilakukan dalam aksi memperingati Hari Tambang di Kampus 2 UIN, Senin (29/5). Tujuannya jelas, agar tidak merusak alam dalam meningkatkan perekonomian pembangunan dari sektor pertambangan, khususnya di Jawa Tengah.

”Kita tahu saat ini penambangan di Jateng sudah memprihatinkan seperti halnya di pegunungan Kendeng yang berjejer di Kabupaten Pati, Rembang hingga Jawa Timur itu. Lalu ada juga, pembangunan PLTU Jepara dan di lereng Gunung Slamet,” ujar Koordinator Aksi, Samsudin Nur Majid.

Ia menuturkan, kerusakan alam akibat penambangan di Jawa Tengah mencapai 60 persen. Salah satunya di Kabupaten Rembang. Di luar itu menurut Samsudin, petani kerap kali menjadi korban alih kepemilikan lahan untuk tambang oleh pemangku kepentingan.

”Artinya sebagai upaya memaknai Hari Tambang, aksi kami bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa bahwa penambangan yang tidak memperhatikan aspek budaya, dan lingkungan sekitar pasti merusak tatanan sosial,” katanya.

Karenanya, pada momentum Hari Tambang kali ini dirinya bersama elemen mahasiswa lain menuntut pemerintah untuk tegas dalam menangani kasus penambangan yang merusak lingkungan.

Menurutnya negara mesti menjamin ruang hidup masyarakat, khususnya petani untuk tetap dapat mengolah lahan mereka untuk menuju swasembada pangan. ”Pemerintah juga harus tegas menindak korporasi yang terbukti melanggar izin penambangan,” pungkasnya. (mg30/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -