90 Hektare Lahan Rob Akan Ditanami

Percepat Olah Tanah dengan Alsintan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DEMAK-Lahan seluas 90 hektare di Desa Loireng, Kecamatan Sayung yang selama ini terkena rob dan selalu banjir akan dihidupkan kembali. Lahan tersebut akan ditanami lagi dan difungsikan untuk areal pertanian.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Pemkab Demak, Ir Wibowo di sela penyerahan bantuan alat pertanian kepada para kelompok tani, kemarin. Menurutnya, untuk memastikan bahwa lahan tersebut dapat dimanfaatkan lagi, petugas dari Kementerian Pertanian akan meninjau ke lapangan. “Jadi, ada 90 hektare lahan di Desa Loireng yang selama ini tergenang air akan ditanami lagi,” katanya.

Wibowo mengatakan, pemanfaatan lahan ini dilakukan untuk menambah produksi padi. Ini seiring dengan keinginan pemerintah pusat yang menargetkan Indonesia dapat mandiri pangan dengan menitikberatkan masih pada produksi beras.

“Untuk wilayah Jateng sendiri perhari ini (kemarin, red) angka pencapaian produksi padi sudah 58,6 persen. Karena itu, agar produksi padi tetap melimpah, maka pemerintah ada upaya percepatan pencapaian. Salah satunya dengan menggelontorkan bantuan alat pertanian,” ujarnya.

Alat mesin pertanian (Alsintan) yang diserahkan ke kelompok tani tersebut ada yang difungsikan untuk mengolah lahan, tanam, dan sedot air. Selain itu, alat untuk menyemprot hama (handsprayer). Tercatat ada 50 unit mesin traktor roda dua, 6 unit transplanter, 30 pompa besar dan lainnya. Nilai bantuan mencapai miliaran rupiah.

Kabid Sarana Prasarana dan Penyuluhan Dispertan, Sri Lestari menambahkan bahwa masing-masing kelompok tani yang terdaftar menerima bantuan satu unit sesuai kebutuhan. Mereka sebelumnya telah mengajukan proposal bantuan dan kemudian diproses untuk direalisasikan oleh Kementerian Pertanian. “Untuk kepentingan transparansi bantuan ini, kelompok tani penerima harus memenuhi persyaratan administratif,” jelasnya.

Wabup Joko Sutanto mengatakan, kelompok tani penerima alsintan harus dapat mempertanggungjawabkan alat tersebut. “Jangan sampai dipindahtangankan. Kalau hilang harus mengganti,” katanya. (hib/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -