Kewajiban Puasa Bagi yang Behalangan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Warahmatullah Bapak Izzuddin, ada satu kasus, seseorang oleh dokter dilarang puasa karena alasan kesehatannya. Namun, sang pasien memaksa untuk menjalankan ibadah puasa. Apakah hukumnya pada kasus tersebut ? Tolong dijelaskan Pak Izzuddin, karena masih banyak masyarakat kita yang belum memahami makna puasa bagi individu secara utuh.  Terimakasih atas penjelasannya

Sya’roni di Peterongan 0853266416xxx

Waalaikumussalam Warahmatullah bapak Sya’roni yang saya hormati dan dimuliakan Allah, Ibadah yag ditetapkan oleh ajaran Islam bukanlah bertujuan menyiksa diri. Bahkan dari lima tujuan pokok kehadiran ajaran Islam, di samping memelihara agama, juga memelihara jiwa raga, dan akal manusia, serta keturunan, kehormatan, dan harta bendanya. Karena itu, setiap kegiatan yang bertentangan dengan tujuan-tujuan tersebut atau mengakibatkan kerugian dan kerusakan hal-hal tersebut tidak dibanarkan oleh agama.

Siapa yang sakit, atau khawatir penyakit bertambah, maka dia tidak dibenarkan melakukan kegiatan yang dikhawatirkan mengganggu kesehatannya. Allah berfirman: “Allah tidak membenani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 286). Allah telah memberi izin seseorang untuk tidak berpuasa ketika sakit, izin ini hendaknya disambut baik, karena seperti sabda Nabi SAW: “Allah gembira terhadap sikap hamba-Nya yang menggunakan izin-Nya sebagaimana gembira-Nya terhadap mereka yang melaksanakan perintah-Nya.” Seseorang yang telah dinasihati oleh dokter yang terpercaya agar tidak berpuasa, maka semestinya dia mengikuti saran dokter, namun jika dia tetap berpuasa, puasanya sah, hanya saja jika penyakitnya bertambah parah, maka saya khawatir ketika itu, ia dinilai berdosa, karena menolak izin dan hadiah Allah yang membolehkan berbuka, dan tetap berkekas untuk berpuasa. Sekian jawaban dari saya,wallahu a’lam. Semoga ada manafaatnya dan barokah. (*/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -