Ramadan Itu Menghormati, Bukan Ingin Dihargai

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MENARIK jika mengkaji  Al-Hujurat (49:13) dalam kaitannya dengan upaya refleksi diri dalam bulan Ramadan ini. Ayat itu mengandung arti, “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Mengapa ayat di atas penting untuk dijadikan bahan refleksi karena dalam bersamaan dengan berlangsung dan berjalannya dinamika sosial ternyata ditemukan fenomena penegasian keragaman.

Orang cenderung untuk lebih berkehendak menyaksikan keseragaman dibanding keragaman. Tentu gagasan keseragaman ini bertentangan dengan realitas yang ada (existing fact) dengan mengacu penegasan Allah sebagaimana disebutkan di atas.

Karena gagasan tentang keseragaman itu merupakan gagasan yang menentang gagasan Allah maka dampak dari gagasan  itu pun merupakan “kekerasan” (violence), baik secara verbal, sikap, maupun tindakan.

Sebagaimana dinyatakan oleh Simon Fisher (2001) bahwa kekerasan disebabkan oleh perbedaan yang muncul akibat tidak adanya intercultral understanding. Dalam konteks seperti ini ada tuntutan akan keseragaman.

Diperlukan pendidikan mengenai keragaman untuk menyadarkan realitas keragaman itu. Proses belajar dapat dilakukan dengan menunjukkan keragaman  yang ada di lingkungan sekitar. Untuk konteks Indonesia keragaman tersebut demikian adanya.

Berita sebelumya100 Chef Bagi Takjil
Berita berikutnyaHendi Galakkan Jarik Masjid
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -