Tak Ikut Proyek, Dapat Rp 125 juta

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG-Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang kembali menggelar sidang dugaan korupsi proyek pengadaan buku dan alat peraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen, Selasa (30/5). Sidang dengan terdakwa Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kebumen nonaktif Adi Pandoyo memeriksa 6 saksi.

Saksi yang diperiksa diantaranya Ketua PKB Kebumen Zaini Miftah; anggota DPRD Kebumen Gito Prasetyo dan Suhartono; saksi dari Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kebumen Edy Riyanto dan Teguh, serta Rektor IAINU Kebumen Imam Satibi. Sidang dipimpin ketua majelis hakim Siyoto didampingi dua hakim anggota Kalimatul Jumro dan Edy Sepjengkaria.

Dalam sidang, Zaini mengaku pernah ada pertemuan pada 2015, sebelum pelantikan bupati. “Saat itu saya masih di KPU (mengikuti) perhitunganan suara, kemudian ditelepon Barli Halim (pengusaha) untuk diajak ke Jogja di kediaman Muhammad Yahya Fuad (Bupati Kebumen, red),” kata Zaini saat dicecar Penuntut Umum (PU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pertemuan dihadiri sejumlah tokoh. Di antaranya Zaini sebagai salah satu perwakilan partai pengusung Bupati Yahya Fuad, Barli Halim sebagai tim sukses, Miftahul Ulum dari pimpinan DPRD, Hozim Ansori dan Arif Ainudin selaku pengusaha.

“Awalnya memang ada kekhawatiran teman-teman, pekerjaan itu kalau didominasi oleh satu orang saja yakni Pak Ayub (rival Bupati, red). Terkait cara mengawal ndak dibahas, termasuk pengumpulan fee, cuma memang ada pesanan konsep sekarang harus baik dengan lalu-lalu,” tandasnya.

Hanya saja terkait 2 proyek yang gagal diikutinya, Zaini mengaku mendapat uang Rp 125 juta. Uang tersebut dari 2 pekerjaan, yakni pembuatan pengurukan tanah di dekat stadion dengan anggaran Rp 4 miliar dan pengurukan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan anggaran Rp 3 miliar.

“Tapi saya ndak jadi menang, cuma dikasih uang matengnya sebesar Rp 125 juta. Waktu itu saya juga minta bantuan dana ke Hartoyo karena ada yang mau ke India diberikan bantuan Rp 15 juta ke rekening saya, terus saya berikan ke Mustika Aji karena dia yang ajukan proposal mau ke India. Saya serahkan transfer ke dia Rp 10 juta dan cash Rp 5 juta,” jelas Zaini.

Sedangkan saksi, Gito Prasetyo dan Suhartono menjelaskan, terkait anggaran pokok pikiran (pokir), setiap anggota DPRD mendapat Rp 150 juta. Gito juga menyampaikan, untuk komisi A informasi yang diketahuinya dimasukkan ke Disdikpora, dengan perolehan fee 5-10 persen.

“Kalau di Banggar berbicara sudah normatif. Saya juga sampaikan ke Sekda kalau komisi A sedang carut marut gara-gara pokir,” kata Suhartono.

Sedangkan, saksi Imam Satibi mengaku tidak membahas fee terkait pengadaan buku. Ia juga mengaku pernah menghadap ke Adi Pandoyo bersama Petruk.

“Dalam pertemuan itu saya menyampaikan mengenai Hari Santri. Saya memohon dana APBD Rp 100 juta terkait acara itu, tapi diberikan Rp 75 juta. Saya menerima uang itu di rumah pak Wabup (Yazid Mahfudz, red),” ungkapnya.

Saksi Teguh dan Edy Riyanto juga blak-blakan menyampaikan kalau Ayub adalah rival Bupati saat Pilkada Kebumen. Ia juga mengaku pernah diminta Adi Pandoyo untuk mengambil uang Rp 150 juta ke Hartoyo, kemudian diserahkan ke Nita (ajudan Sekda Adi pandoyo)

“Saya yang disuruh terdakwa (Adi Pandoyo, red) ambil uang, mungkin karena saya yang dianggap komunikasinya bagus dengan pihak-pihak lain juga, termasuk dengan kepolisian dan kejaksaan. Kalau yang dimaksud Ramane untuk proyek adalah Bupati yakni Yahya Fuad,”sebut Teguh. (jks/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -