Harga Bawang Sulit Dikendalikan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Awal Ramadan 2017 ini, harga bawang di pasar tradisional Kota Semarang masih tinggi. Harga bawang putih belakangan bahkan terus naik, dari yang beberapa waktu sebelumnya berkisar  Rp 44  ribu  kini mencapai Rp 48 ribu perkilogram.

Giarma, salah satu pedagang grosir bawang di Pasar Johar mengatakan naiknya harga dipicu banyak faktor. Yakni dari stok dari Surabaya yang tidak stabil hingga tingginya permintaan komoditas tersebut oleh masyarakat. “Meski sudah ada kebijakan dari Menteri Perdagangan tentang harga bawang putih yang tidak boleh mencapai Rp 38 ribu namun tak berimbas pada kondisi nyata di pasar,” katanya kemarin.

Ia menduga adanya permainan harga di sejumlah tengkulak besar di Indonesia. Alhasil membuat harga bawang bisa naik tajam karena pasokan yang sedikit dari penyuplai bawang putih dari Tiongkok.

Mei Anggraini, seorang pedagang sembako di Pasar Pedurungan justru mengatakan harga bawang lebih tinggi dari yang disebutkan. Ia mengaku saat tinggi-tingginya harga, ia membeli bawang dari pedagang grosir mencapai Rp 55 ribu. “Awalnya yang paling mehal kemarin Rp 50 ribu, tapi sekarang saya kulakan udah naik Rp 5 ribu, jadinya Rp 55 ribu. Itu dari Johar saya kulakan,” bebernya.

Sementara, Giarma kembali menjelaskan kondisi yang sama juga terjadi pada harga bawang merah. Berkaca pada bulan Ramadan tahun lalu, kata dia harga bawang merah baru naik ketika pertengahan bulan Ramadan, namun untuk kali ini pada awal bulan puasa harga sudah naik. “Bawang merah awalnya Rp 15-18 ribu, sekarang Rp 23 ribu yang paling besa. Faktornya karena panen berkurang dan permintaan banyak banyak. Kalau tahun kemarin pertengahan baru naik, tapi kalau sekarang sudah naik di awal bulan,” jelasnya.

Untuk komoditi bawang merah lokal, kata dia didatangkan dari petani di beberapa wilayah pulau Jawa dan Padang, Sumatera. “Kalau bawang merah lokal ini banyak, dari Pegandon Kendal lalau Demak, Brebes, Nganjuk. Kalau di luar Jawa dari Padang dengan kualitas yang bagus semua,” uajrnya

Lebih jauh, pihaknya mengharapkan agar nantinya pemerintah bisa lagi menstabilkan harga bawang agar tidak ada lagi permainan harga bawang oleh sejumlah tengkulak di Indonesia. Serta tingginya harga tidak membebani masyarakat yang akan menghadapi Lebaran 2017. (mg30/smu)

Berita sebelumyaMeja Ukir Asli Semarang
Berita berikutnyaPedagang Kurma Raup Untung
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -