Satu Alat Hasilkan Suara Berbagai Musik

Mulyani, Guru Pelestari Alat Musik Bundengan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Seniwati sekaligus Guru Seni SMP 2 Selomerto Mulyani terus bersemangat mengajarkan siswa didiknya belajar bundengan, alat musik tradisional Wonosobo. Selain mengajarkan teknik dasar memainkan bundengan, ia juga merangkap mengajar tari dan nyanyian khas bundengan.

DALAM mengajar, sejatinya ia tak menarget muluk. Ia hanya ingin, alat musik yang sudah mulai dimainkan sejak abad 12 oleh warga Wonosobo ini bisa terus lestari dan dikenal generasi muda.

“Target pertama kita mengenalkan (ke siswa). Dia kenal dulu. Saya yakin ketika sudah kenal, esok akan lahir pemain bundengan profesional yang membuat nama bundengan makin dikenal luas,” katanya, Rabu (31/5).

Upaya pengenalam semacam itu dinilainya merupakan langkah tepat dalam menyikapi modernisasi yang kian gencar. Jika kesenian tradisional tak digarap serius, tidak dikenalkan kepada generasi penerus, lambat laun kesenian tradisional akan tercerabut dan tergantikan oleh kesenian-kesenian negara lain.

“Makanya kerangkanya dibalik. Harus pede (percaya diri, red). Hadirnya modernisasi ini sebagai ajang mengenalkan kesenian-kesenian kita. Kan sekarang zamannya sudah digital, sudah enak untuk mengenalkan kesenian kayak gini,” katanya.

Mengenai bundengan,  ada beberapa keunikan yang tak dimiliki alat musik lain. Yakni, dalam satu alat musik mampu menghadirkan suara beberapa instrumen. Di antaranya, suara kendang, bende (gamelan), gong dan bas.

Satu yang menurut dia paling menarik adalah bundengan ini merupakan alat musik yang lahir dari kreativitas tanpa batas para petani di masa lalu. Bundengan atau yang juga disebut kowangan sejatinya adalah alat pelindung hujan dari bambu yang diberi tali lantas dimainkan di sela bertani atau menunggu bebek.

“Paling menarik itu, dengan semangat kreativitas serupa (seperti nenek moyang dulu) saya optimistis bundengan jadi alat musik atau kesenian sangat menarik ke depannya. Kita dapat semangat dari situ juga,” kata perempuan yang akrap disapa Bu Mul itu.

Khusus SMP 2 Selomerto, sedikitnya sudah mengoleksi 100 bundengan berbagai ukuran. Bundengan besar dikhususkan untuk dimainkan sementara yang kecil rencananya untuk cenderamata para tamu. (cr2/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -