TP4D Kawal Pengadaan Alkes Rp 37 M

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugurejo, meminta Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati Jateng untuk mengawal proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) dan pembangunan gedung, dengan nilai proyek sebesar Rp 44,902 miliar.

”Anggaran untuk alkesnya sebesar Rp 37.902 miliar. Sedangkan anggaran pembangunan gedung sebesar Rp 7 miliar,” kata Direktur Umum RSUD Tugurejo Semarang, dr Endro Suprayitno dalam paparannya dengan TP4D Kejati Jateng, Rabu (31/5).

”Pengadaannya melalui lelang totalnya Rp 35,18 miliar. Khusus kegiatan lelang umun tersebut memang perlu adanya pengawalan TP4D,” imbuhnya.

Ari menambahkan, pengawalan dibutuhkan untuk menghindari adanya penyimpangan. Utamanya dalam pengadaan alat dan pesawat cobalt 60 yang memang sangat vital. Dijelaskan, radioterapi adalah terapi kanker menggunakan energi pengion yang bertujuan untuk mematikan sel kanker sebanyak mungkin dengan kerusakan sel normal sedikit mungkin.

Sedangkan, pesawat cobalt 60 adalah alat yang digunakan untuk radioterapi, dengan cara menyinari obyek dengan memancarkan radiasi gamma dari bahan isotop radioaktif alami yang berbahaya.

”Dulu sempat mengadakan lelang untuk pesawat Cobalt 60 ini tapi gagal, karena yang mengajukan penawaran hanya satu,” sebutnya.

Dia mengaku, lelang tersebut memang digagalkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Jateng, karena yang mengajukan penawaran tidak sesuai dengan kualifikasi yang dikehendaki.

”Pemenang lelang berikutnya yang memenuhi kualifikasi dan termurah rencananya akan diundang untuk memaparkan pesawat Cobalt 60 di depan TP4D,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Sub Tim 4 TP4D Kejati Jateng, MA Munir menyampaikan, mengingat pesawat Cobalt 60 bukan alat sembarangan, maka perlu syarat-syarat khusus untuk mendatangkan alat tersebut dengan aman sampai Semarang.

Ia juga mengingatkan panitia lelang harus ekstraselektif. Karena alatnya harus ada izin edar yang diakui dan penyedia juga mempunyai izin yang diakui.

”Istilah termurah jangan sampai membuat terlena panitia lelang. Murah tapi ternyata spesifikasi alatnya jelek di bawah standar, sehingga bisa menimbulkan masalah ke depannya, maka saran saya hati-hati,” tandasnya. (jks/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -