Jateng Harus Jadi Benteng Pancasila

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Warga Jateng diharapkan menjadi mata, telinga, hingga ototnya negara untuk selalu mengawasi jalannya sistem yang tertuang di Pancasila. Jika ada penyelewengan di salah satu sila di Pancasila, atau bahkan ada gerakan yang anti Pancasila, warga Jateng bisa menjadi garda terdepan untuk menghadapinya.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat menjadi inspektur upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (1/6).

Dia berpesan, dengan menjaga tolereansi, berbineka tunggal ika, hingga membudayakan gotong royong, Jateng bakal tetap kokoh menjadi benteng Pancasila. ”Jateng sampai hari ini tetap menancapkan, memantapkan dirinya sebagai bentengnya Pancasila,” tegasnya.

Dengan menjaga paham Pancasila, lanjutnya, otomatis akan menangkal gerakan paham radikalisme. Orang nomor satu di Jateng ini menilai, dalam memahami ideologi bangsa tidak boleh terlalu ke kanan ataupun ke kiri. ”Pokoknya jangan terlalu ke kanan, jangan terlalu ke kiri. Semua harus masuk pada frame Pancasila,” ungkapnya.

Sejumlah elemen masyarakat Semarang sore kemarin juga memperingati Hari Lahir Pancasila di Bundaran Tugu Muda. Puluhan aktivis pro kemanusiaan bersama tokoh lintas agama menggelar refleksi Hari Lahir Pancasila bertajuk ”Ngabuburit Kebangsaan”. Mereka kompak mengenakan atribut Merah-Putih di tengah guyuran hujan.

Tak tanggung-tanggung, tokoh nomor satu umat Katolik, Kardinal Mgr Julius Riyadi Darmaatmadja didampingi Romo Aloysius Budi pun tampak antusias mengikuti kegiatan itu. ”Hari ini saya merasakan semangat perjuangan dalam perumusan dahulu, bergema di hati kalian. Saya yang tua-tua ini mengucapkan terima kasih, gelorakan terus semangat itu yang mengawali kesatuan dan kebinekaan,” kata Kardinal Dharmaatmadja.

Tokoh Islam yang juga dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Ubaidillah Ahmad yang akrab disapa Gus Ubaid pun turut memeriahkan acara menjelang waktu buka puasa itu. Ia mengaku berbahagia dengan adanya acara Ngabuburit Kebangsaan. Sebab, ia merasa turut ditemani sembari menanti waktu berbuka puasa.

”Tentu ini pelajaran bagi kita semua, untuk kembali pada dasar kebinekaan kita. Di dalam ayat Alquran juga ditegaskan bahwa orang beriman tanpa terkecuali, Allah menakdirkan alam semesta ini dengan perbedaan tujuannya adalah untuk saling mengenal,” ujarnya yang sempat membacakan puisi karyanya.

Aksi refleksi Hari Lahir Pancasila ini juga diikuti sejumlah lembaga mulai Persaudaraan Lintas Agama, LBH Semarang, Gusdurian, eLSa dan organisasi lainnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Joko Santoso mendorong perlunya memperkuat kurikulum pendidikan Pancasila mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Sejauh ini, pihaknya menilai pendidikan Pancasila masih sangat minim dan bahkan cenderung dilupakan.

”Adanya fenomena gerakan anti Pancasila selama ini diawali karena pendidikan dasar pengetahuan mengenai ideologi Pancasila masih kurang,” kata Joko kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dikatakannya, di era Orde Baru ada istilah penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). ”Menurut saya, hal itu masih sangat relevan untuk diterapkan di pemerintahan era sekarang,” ujarnya.

Ia yakin, bila masyarakat Indonesia melaksanakan butir-butir Pancasila, maka kehidupan berbangsa dan bernegara ini tidak akan karut-marut hanya gara-gara kegiatan sesaat. ”Apalagi hanya gara-gara kepentingan politik sesaat oleh oknum-oknum partai politik, yang menggunakannya untuk kemenangan partai politiknya, ini sangat menyedihkan,” katanya.

Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma) Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang, Arya Setya Novanto, mengatakan, munculnya gerakan anti Pancasila yang diam-diam tumbuh secara terselubung patut diwaspadai.

Informasi bebas di era digital kerap membuat isu provokatif melalui media sosial. ”Banyak publik kerap merespons dan menelan isu secara mentah. Akibatnya, muncullah indikasi perpecahan antarkelompok hingga mengancam keutuhan NKRI,” ujarnya.

Ia mengaku prihatin, karena gerakan anti Pancasila belakang telah terindikasi masuk kampus. Kasus terakhir adalah beredarnya poster dan spanduk misterius bertuliskan ’Garuda Ku Kafir’ bersiluet Garuda Pancasila dengan bercak merah di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang beberapa waktu lalu. ”Perlu adanya benteng agar generasi muda tidak terancam oleh paham-paham yang merusak kesatuan NKRI. Ideologi Pancasila harus ditanamkan kepada generasi muda,” katanya.

Imam Masjid Raya Baiturrahman Simpang Lima Semarang, Nur Chafidi, mengatakan, bagi umat muslim, Pancasila merupakan penjabaran dari ayat-ayat suci Alquran. Karena itu, tidak ada satu alasan apa pun khususnya umat muslim untuk tidak menerima nilai-nilai Pancasila yang tertuang di dalam 5 butir sila tersebut.  ”Munculnya paham seperti khilafah itu tak lebih hanya sekadar nafsu atau memaksakan kehendak. Bagi saya Pancasila sudah sempurna dan tidak bisa diubah. Terlebih ini juga sudah sesuai dengan apa yang ada di Alquran,” ujarnya.

Ketua BEM Stikes Karya Husada, Ivanda Aria, menuturkan, momentum Hari Lahir Pancasila harus dijadikan sebuah refleksi untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan, khususnya di kalangan pemuda.

Menurutnya, persatuan di kalangan pemuda kini mulai memudar dan itu terbukti dengan masih banyaknya tawuran mulai dari tingkat pelajar hingga mahasiswa di berbagai daerah. ”Hal itu patut disayangkan, sebab masih ada hal yang lebih besar menanti yakni mengisi pembangunan dan menjadikan bangsa ini lebih maju,” katanya. (tsa/amh/amu/aaw/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -