Pancasila Perlu Masuk Kurikulum

1001
100% PANCASILA: Anggota DPRD Kota Salatiga Bernardus Supriyono (tengah) dalam sarasehan Katolik itu 100 % Pancasila, 100 % NKRI di Paroki Santo Paulus Miki, Rabu (31/5) malam. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
100% PANCASILA: Anggota DPRD Kota Salatiga Bernardus Supriyono (tengah) dalam sarasehan Katolik itu 100 % Pancasila, 100 % NKRI di Paroki Santo Paulus Miki, Rabu (31/5) malam. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Ratusan umat Katolik menggelar sarasehan peringati hari lahir Pancasila, di ruang serbaguna Paroki Santo Paulus Miki, Rabu (31/5) malam. Hasilnya, mereka mendukung upaya memasukkan pelajaran Pancasila dalam kurikulum sekolah.

Sarasehan diisi oleh Romo Albertus Agus Ariestyanto Msf dan Bernardus Supriyono dengan dipandu Teguh Susetyo selaku moderator. Tema yang diambil adalah Katolik itu 100 % Pancasila, 100 % NKRI.

Agus Ariestyanto  memaparkan, Pancasila adalah Katolik sekali. “Kita punya salib, hubungan vertikal dengan Tuhan Allah pencipta alam semesta, horisontal hubungan dengan manusia, tak mengenal agama, suku, ras, dan kita disatukan oleh Pancasila yang tidak boleh disekat-sekat,” jelas dia. Ia meminta kepada seluruh umat yang datang dalam kegiatan itu untuk tidak ragu selalu mensosialisasikan Pancasila yang luar biasa ini.

Sementara itu, Supriyono yang juga anggota DPRD Kota Salatga ini menambahkan, perbedaan agama itu sudah final saat bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. “Sehingga sudah tidak layak lagi untuk diperdebatkan. Kemerdekaan itu diperjuangkan semua elemen masyarakat baik itu yang beragama Islam, Katolik, Kristen, Buddha, Hindu, Konghucu, aliran kepercayaan, dll,” paparnya,

Ia mengibaratkan perbedaan itu seperti taman sari, di mana di dalamnya ada bunga yang berwarna-warni dan itu menambah keindahan. “Kita mengusulkan untuk Pancasila agar bisa masuk dalam kurikulum sekolah. Ini yang kita rindukan,” papar Supriyono. (sas/ton)