PNS Diimbau Tak Gunakan Gas Melon

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG—Gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram (kg) atau terkenal dengan sebutan gas melon, diperuntukan bagi warga miskin. Karena itu, warga berkecukupan seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung, diminta tidak menggunakan gas melon.

Untuk memastikan tidak adanya penyalahgunaan gas melon di kalangan PNS, Tim Monitoring Tata Niaga Minyak dan Gas Kabupaten Temanggung, Arief Mujiono, segera mengeluarkan surat edaran untuk seluruh PNS di wilayah Temanggung.

“PNS seharusnya tidak pakai gas elpiji 3 kg. Mereka sudah harus beralih menggunakan gas nonsubsidi. Minimal yang ukuran 5,5 kg. Di tabung gas melon sudah jelas ada tulisannya untuk warga miskin,” ucap Arief, kemarin.

Mengingat tingginya minat penggunaan dan kebutuhan gas belakangan ini, menyebabkan gas melon kerap hilang di pasaran. Ironisnya, masih ada sebagian PNS yang menggunakan gas melon. Padahal, hal itu tidak dibenarkan.

“Memang di awal, pada saat pertama program konversi gas, semua warga kebagian gas 3 kg, dengan tujuan agar semua warga beralih ke gas sebagai bahan bakar. Namun, dalam perkembangannya, yang disubsidi hanya masyarakat miskin saja dengan gas 3 kg itu,” ujar Arief.

Arief menjelaskan, selisih harga gas bersubsidi dengan nonsubsidi cukup besar, hampir Rp 60.000 per tabung. Karena itu, kalangan menengah ke atas dan PNS, mestinya menggunakan gas bersubsidi. Dengan demikian, kelangkaan gas melon tidak lagi terjadi.

“Nanti setelah subsidi tertutup diberlakukan, yang bukan penerima subsidi juga tidak bisa membeli gas elpiji 3 kg, karena itu barang bersubsidi yang diawasi penggunaan dan distribusinya.”

Arief membeber, selama Mei lalu, alokasi elpiji 3 kg untuk Temanggung telah ditambah 1,3 persen dari kuota harian (kuota regular) 20.696 tabung per hari menjadi 20.976 tabung per hari. Memasuki Juni ini, juga ada tambahan pasokan 9,15 persen dari kuota harian. Sehingga pasokannya menjadi 22.590 tabung per hari. “Nanti pasca-Lebaran, Juli, pasokan gas 3 kg ditambah 5,1 persen dari kuota harian menjadi 21.751 tabung per hari.” (san/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -