Fase-fase Ganjaran dalam Bulan Ramadan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Warahmatullah Pak KH. Izzuddin yang saya hormati, mau tanya, apa yang mendasari pembabakan Ramadan (rahmat, barakah, maghfirah) ?

Khoeruddin 085643302xxx di Semarang

Jawaban :

Wa’alaikuumussalam Warahmatullah  Wabarokatuh, Bapak Khoeruddin yang saya hormati dan dirahmati Allah,  Saya tidak mengetahui apa dasar pembabakan yang Bapak sebut itu, yakni rahmat, barakah, dan maghfirah. Yang saya ketahui adalah riwayat yang bersumber dari sahabat Nabi SAW., Abu Hurairah RA yang menyatakan bahwa Nabi SAW berkhuthbah pada akhir Jum’at bulan Sya’ban, yang antara lain menyatakan bahwa: “Bulan Ramadan awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah maghfirah atau pengampunan, dan akhirnya adalah keterbebasan dari neraka.” Hadits ini diperselisihkan keshahihan sanadnya.

Namun demikian, pembabakan itu sangat wajar. Ini mengisyaratkan adanya proses peningkatan ketakwaan secara bersinambung dari mereka yang berpuasa, sehingga menghasilkan ganjaran yang juga meningkat. Awal ganjaran adalah rahmat khusus, tetapi boleh jadi rahmat ini masih sangat terbatas.

Seperti diketahui Allah menganugrahkan rahmat bagi seluruh yang hidup di dunia ini, walau binatang dan orang kafir, sehingga boleh jadi rahmat yang dimaksud di sini adalah rahmat khusus, yang belum terlalu istimewa. Jika yang berpuasa meningkatkan amal-amalnya sesuia dengan peningkatan hari-hari puasa, maka diharapkan ia memperoleh sesuatu yang lebih tinggi nilainya dari rahmat khusus itu, yakni pengampunan Allah SWT.

Selanjutnya, jika yang bersangkutan masih terus meningkatkan amal-amal salehnya, maka pada akhir Ramadan, ia akan memperoleh puncak anugrah, yakni keterbebasan dari api neraka. Dan untuk diingat bahwa Allah berfirman: “Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia beruntung.” (QS. Ali Imran [3]: 185).

       Demikian pembabakan itu mencapai puncaknya dengan masuk ke surga, yang merupakan wewenang dan anugrah Allah semata-mata. Sekian jawaban saya, wallahu a’lam. Semoga manfaat. (*/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -