Bistik Solo hingga Ayam Sarang Tawon ala Gaza

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Ingin menikmati bistik yang lezat? Datanglah ke Gaza. Jangan berfikir lokasi konflik di Palestina, tapi Gaza ada di Jalan Sawojajar I Nomor 34 Semarang. Aneka bestik nan menggigah selera bisa anda dapatkan di sini.

THOMAS Deny Setiawan sengaja menamai kedainya Gaza Café, agar mudah diingat dan menarik perhatian orang untuk datang. “Dengan nama Gaza, banyak yang mengira masakannya dari Timur Tengah, padahal sajian yang tersedia adalah masakan tradisional Indonesia serta beberapa menu western. Gaza sendiri sebetulnya terinspirasi dari tempat dan jalannya, jadi kami memanfaatkan garasi rumah dan rumahnya ada dijalan sawojajar, garasi di sawojajar, Gaza,” selorohnya.

MANFAATKAN GARASI: Gaza Café, menyajikan menu khas dan takjil gratis selama Ramadan. (Foto-foto: Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

Salah satu menu andalannya adalah Bistik Solo. Kuliner berbahan dasar daging sapi ini di Gaza diramu berbeda dari yang lain. Penggunaan rempah sebagai bumbu masaknya menambah cita rasa dalam kuah serta daging bistiknya, dan itu jadi pembeda. “Banyak yang bilang kalau bistik milik kami berbeda dengan bistik pada umumnya,” ujar alumni Universitas Negeri Semarang ini.

Selain sebagai pemilik, Deny sekaligus juru masak di kedainya. Diakui dia, keterampilan masak ia pelajari secara otodidak. Sarjana musik ini mengaku, kegemarannya memasak ini menjadi dasarnya untuk membuka kedai. Sebelumnya, ia membantu bisnis kue keluarga yang juga berada dilokasi yang sama. “Ya jadi intinya saya mengembangkan usaha keluarga, tadinya kan cuma toko kue dan roti saja. saya pikir kuliner ini kan bisnis yang tidak ada matinya, jadi saya putuskan untuk buka kedai disini,” ungkapnya.

Dia mengatakan, dalam mempelajari proses dan cara memasak bistik solonya ia memerlukan riset beberapa waktu. pasalnya ia harus berulangkali membuat penyempurnaan dikarenakan ia belajar secara otodidak.

MEMIKAT: Bistik Solo dan Hazelnut Chocolate. (Foto-foto: Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

Daging dan sayuran yang digunakan, Deny mengklaim seluruhnya adalah bahan yang fresh. Karena ia ingin semua menu yang disajikan benar-benar melalui proses pematangan dan pengelolaan yang baik sehingga tidak instan. “Kedai kami ini buka mulai pukul 11.00 – 14.00 dan buka lagi mulai 18.00 – 22.00, hal itu dengan alasan, pada waktu jeda kami cari bahan sayuran dan daging jadi semua serba fresh,” kata dia.

Selain bistik solo, menu andalan lainnya adalah Ayam Sarang Tawon. Menurutnya menu ini laris lantaran daging ayamnya yang empuk serta sambal koreknya. Dimasak dengan menggunakan telur, inilah yang kemudian disebut sebagai sarang tawons sebab menyelimuti potongan ayam dan serupa dengan sarang tawon. “Ayamnya kami presto ya dengan bumbu, semacam ungkep tapi pakai presto. sebenarnya sama kaya ayam goreng pada umumnya, tapi karena kita kombinasikan dengan telur jadi telurnya yang mewujud sarang tawon,” terangnya tertawa.

GUGAH SELERA: Ayam Sarang Tawong dan Marble Blue Lagoon. (Foto-foto: Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)
GUGAH SELERA: Ayam Sarang Tawong dan Marble Blue Lagoon. (Foto-foto: Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

Tak hanya makanan, minumannya pun diakui oleh Deny tidak ada yang instan. bahkan, Gaza cafe memiliki barista yang berpengalaman dalam bidang membuat minuman. Andalannya adalah Hazelnut Chocolate dan Marble Blue Lagoon. “Marble Blue Lagoonnya ini perpaduan sirup dengan soda serta ada semacam jelly yang bentuknya seperti kelereng, jadi sangat cocok untuk buka puasa karena rasanya segar,” ujar dia.

Selama Ramadan, Gaza Resto & Cafe menyediakan takjil gratis setiap harinya. Meski tidak menjalankan ibadah puasa, bagi Deny memberikan takjil gratis ini sebagai bentuk berbagi dan menghormati perbedaan umat beragama. “Sebetulnya berbagi ini tidak kami lakukan saat puasa saja, sebelum ramadahan setiap sabtu kami rutin berbagi makanan gratis untuk masyarakt sekitar, tujuannnya ya murni berbagi saja, biar dapat berkat dari Tuhan juga,” tutupnya. (tsa/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -