Salah Tak Masalah, Yang Penting Jujur

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DI tengah kesibukkannya sebagai dosen, mahasiswa S3, dan humas, tidak membuat Nuswantoro kehilangan quality time bersama keluarganya. Menurutnya, kesibukannya di Undip masih terbilang normal.

Baca Juga :

“Dibandingkan ketika masih di KPU, itu lebih luarbiasa karena berangkat pagi pulang malem. Dulu diprotes karena berangkat jam 8 pagi pulang sampai jam 1 malam dan berlangsung hampir setiap hari,” ujarnya.

Menurut suami Sylviana Yuliastuti, ini sepanjang itu masih positif untuk kepentingan kampus, sekolah maka keluarga akan mendukung. Mereka menjadi paham, waktu-waktu bersama anak menjadi berkurang itu suatu konsekuensi yang harus dihadapi. Namun sekali ada waktu luang, ia tak kenal kompromi untuk menghabiskannya bersama keluarga. “Ketika luang, saya selalu menemani anak saya kemana pun pergi. Kebetulan yang kecil suka olahraga beladiri, jadi saya sering habiskan waktu olahraga bareng,” ungkapnya.

Dididik oleh orang tua dengan latar belakang militer, Nuswantoro mengaku tidak menerapkannya kepada anak-anaknya. Ia membebaskan pada dua anak lelakinya untuk melakukan apa saja, asal didasari dengan disiplin dan jujur.

“Biar saja mereka yang memilih jalan hidupnya mau bagaimana, kalau diarah-arahkan nanti malah tidak sesuai dengan passion-nya,” terang ayah dari Ramadhan Faris Hakiim dan Faizal Zein Aulia Yudha, ini.

Nuswantoro mengaku mulai terbuka untuk diskusi bersama anak-anak, mengikuti perkembangan zaman, mendidik secara militer menurutnya sudah tidak bisa dilakukan lagi pada anak-anak masa kini. Namun ia menegaskan, bahwa prinsip disiplin dan jujur adalah yang utama dan harus selalu diingat.

“Saya mulai bisa menerima pendapat anak, karena semua ada baik dan buruknya. Disiplin bersikap iya, kejujuran itu wajib. Artinya pendapat saya tidak selalu benar, itu juga lebih dekat dengan anak,” tambahnya.

“Sikap bisa salah, tapi nggak boleh bohong. Itulah yang selalu saya tanamkan pada anak-anak saya. Karena manusia dalam bersikap bisa saja melakukan kesalahan tetapi jujur harus tetap dilakukan,” tegasnya. (tsalisati/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -