Puasa dan Ketahanan Sosial

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PUASA dan ketahanan sosial merupakan dua variabel yang berbeda, namun memiliki relasi yang saling berkait. Kaitan relasi antara dua variabel tersebut akan tampak gamblang ketika kita mengelaborasi lebih dalam soal pemaknaan puasa. Sebagaimana dimaklumi, secara etimologis puasa (shiyam atau shoum) berarti menahan diri dari melakukan sesuatu (al-imsak ‘an asy-syai’) dan secara terminologis berarti menahan diri untuk tidak makan, minum dan senggama dari fajar hingga terbenamnya matahari selama bulan Ramadan.

Pemaknaan secara etimologis dan terminologis tersebut menyiratkan arah dan maksud disyari’atkan dan diwajibkannya puasa bagi umat Islam. Pensyari’atan puasa tentu tidak sekedar hanya dimaksudkan agar umat Islam menahan diri dari rasa lapar, dahaga dan desakan nafsu birahi pada siang hari di Bulan Ramadlan. Menahan diri dari tiga hal tersebut hanya bentuk pengendalian diri yang paling minimal bagi orang yang berpuasa. Lebih dari  itu, puasa disyari’atkan  agar umat Islam baik pada level personal maupun komunal menjadi figur-figur yang bertakwa. Orang yang bertakwa akan senantiasa melaksanakan segala hal yang diperintahkan oleh Allah dan meninggalkan apapun yang dilarang-Nya. Orang yang bertakwa akan senantiasa berhati-hati dalam mengambil keputusan baik yang menyangkut dirinya sendiri maupun orang lain. Segala tindakan yang dilakukannya akan senantiasa dia pertimbangkan dari sisi maslahat dan mafsadatnya bagi diri sendiri maupun orang lain.

Pada level personal, seseorang yang berpuasa dengan benar akan memiliki kepribadian yang matang dan senantiasa mampu menahan diri dari  melakukan tindakan-tindakan destruktif yang merugikan orang lain. Ia tidak akan mudah melakukan tindakan intimidasi atau aksi persekusi terhadap orang lain. Ia juga tidak akan gampang terprovokasi oleh hasutan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -