Hadirkan Konservasi Tanaman Langka

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Taman Kyai Langgeng (TKL) Magelang

Sebelum mengalami perubahan nama, Taman Kyai Langgeng dikenal sebagai salah satu objek wisata perkotaan berupa Taman Rekreasi dan Taman Flora berdasarkan gagasan Wali Kota Magelang (ketika itu) Bagus Panuntun pada 1981. Lantas, berkembang sebagai Taman Rekreasi dan Edukasi pada 15 September 1987, dengan nama Objek Wisata Taman Kyai Langgeng.
Unggulan yang dimiliki adalah konservasi tanaman langka dan hampir langka yang tersebar di area seluas 27,36 hektare. Tanaman yang ada, sebagian merupakan asli Indonesia. Jenis lainnya yang termasuk unik adalah apel beludru atau bisbul yang aslinya dari Filipina.
Koleksi tanaman langka hingga saat ini ada 128 jenis dari kategori langka dan hampir langka. Sebagian tanaman tersebut merupakan sumbangan pemerintah dan masyarakat. Perawatan dilakukan setiap hari, disertai pembibitan untuk menambah jumlah tanaman di areal Taman Kyai Langgeng.
Fasilitas wisata edukasi lainnya adalah Desa Buku. Ini merupakan Desa Buku pertama di Indonesia dan kedua di Asia Tenggara, setelah Desa Buku di Malaysia. Desa Buku Taman Kyai Langgeng dicanangkan kali pertama bertepatan dengan Hari Buku Nasional pada 23 Mei 2003 oleh Menteri Pendidikan Nasional, Malik Fajar.
“Saat ini, koleksi sudah mencapai kisaran 5.000-an judul buku, terdiri atas kategori filsafat, politik, ekonomi, pengembangan diri, agama, seni, sastra budaya, dan lain-lain,” kata Direktur Taman Kyai Langgeng, Edy Susanto.
Edy mengungkap, saat ini total fasilitas permainan dan edukasi ada 20 unit wahana. Antara lain, Teater 6 Dimensi, Bianglala, Komidi Putar, Komidi Layang, Kereta Mini, Kereta Air, Sepur Mini, Becak Mini, Becak Air, Mobil Keliling, dan Kolam Renang Semi Water Boom. Lainnya, Anjungan Dirgantara, Flying Fox, Hand Boat, Water Ball, Taman Satwa, Terapi Ikan, Animal Riding, Sepeda Tandem, dan Bom Bom Car.
“Perawatan wahana tersebut dilakukan secara berkala yang tentunya untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung. Selain perawatan, beberapa unit wahana di antaranya kondisinya baru serta sedang dalam kajian untuk menambah unit baru lainnya.”
Edy menyampaikan, koleksi hewan yang berada di lokasi Taman Satwa serta di beberapa area Taman Kyai Langgeng, ada sekitar 70 ekor. Terdiri atas berbagai jenis. Diakui Edy, perawatan satwa butuh perhatian lebih. Karena itu, setiap hari, dilakukan pengawasan. Mulai pengawasan makanan, kandang, hingga masalah kesehatan.
“Taman Kyai Langgeng juga termasuk salah satu anggota dari Forum Kerjasama Kebun Binatang dan Aquaria (FKKBA) Jawa Tengah dan Jogjakarta yang merupakan komunitas pengelola kebun binatang dan wisata aquaria se-Jateng dan DIY.”
Dengan fasilitas yang ada, menurut Edy, kunjungan wisatawan meningkat setiap tahunnya. Data yang dimiliki, pada 2015 tercapai 552.147 pengunjung, naik pada 2016 menjadi 562.94 pengunjung. Serta ditargetkan pada 2017 sebanyak 621.041 pengunjung.
“Pengunjung sebagian besar didominasi wisatawan domestik yang berasal dari kalangan pelajar mulai PAUD, TK, SD, dan SMP. Mereka berasal dari Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.” Edy menyampaikan, sebagian merupakan pengunjung tetap yang selalu datang dengan membawa rombongan dalam jumlah besar untuk wisata edukasi sekaligus rekreasi. Di antaranya outbound, gathering, hingga camping.
Untuk meningkatkan pelayanan, pada 2017, manajemen Taman Kyai Langgeng akan membangun wahana edukasi tambahan berupa outbound kids. Wahana baru ini ditujukan bagi anak-anak usia 5-15 tahun. “Edukasi yang diberikan pada permainan ini adalah untuk mengembangkan kepercayaan diri, keberanian, dan daya kreativitas anak.”
Sebagai salah satu objek wisata edukasi, maka pengelola berharap para wisatawan yang berkunjung ke Taman Kyai Langgeng bisa mendapatkan banyak pengetahuan. Juga mendapatkan keceriaan serta kenangan selama rekreasi di Kota Sejuta Bunga. (put/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -